Opini
Opini: Mengembalikan Sekolah sebagai Taman
Kita perlu membangun sekolah yang manusianya saling menghargai dan saling mendukung satu sama lain.
Kita juga perlu sadar bahwa sekolah bukan cuma tempat untuk mengisi kepala dengan banyak hafalan.
Banyak orang tua dan guru yang terlalu bangga kalau anaknya bisa menghafal banyak hal, tapi lupa mengajarkan cara berperilaku yang baik.
Di sebuah taman pendidikan, perkembangan karakter atau budi pekerti jauh lebih penting daripada sekadar nilai di atas kertas.
Anak-anak harus belajar bagaimana cara menghargai temannya, bagaimana cara bekerja sama, dan bagaimana cara peduli dengan lingkungan sekitar.
Perubahan ini memang tidak mudah karena kita sudah terlalu lama terjebak dalam sistem yang kaku.
Kita sering kali lebih sibuk dengan urusan administratif daripada memperhatikan perasaan anak didik kita.
Teknologi yang semakin canggih juga terkadang membuat kita lupa bahwa pendidikan adalah soal interaksi antara manusia.
Teknologi tentu tidak akan pernah bisa menggantikan pelukan atau semangat yang diberikan langsung oleh seorang guru kepada muridnya.
Setiap peserta didik tentu punya bakat yang berbeda-beda. Ada yang pintar bicara, ada yang pintar menggambar, dan ada yang sangat cepat dalam berlari.
Sekolah harus menjadi tempat yang bisa menampung semua kelebihan itu. Jangan sampai sekolah justru menjadi tempat yang membunuh bakat karena mereka dipaksa untuk belajar hal-hal yang tidak sesuai dengan minat mereka.
Jika kita bisa menghargai perbedaan ini, maka sekolah akan benar-benar menjadi taman yang indah karena penuh dengan berbagai jenis bunga.
Kembali ke cerita seminar di tahun 2015 tadi, pesan dari profesor tersebut sebenarnya adalah peringatan bagi kita semua.
Jangan sampai kita terus-menerus membangun gedung sekolah yang megah, tapi di dalamnya kita menciptakan suasana yang mencekam seperti penjara.
Kita harus berani membongkar cara berpikir lama yang menganggap sekolah adalah tempat untuk mencetak pekerja yang patuh.
Kita perlu membangun sekolah yang manusianya saling menghargai dan saling mendukung satu sama lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yoel-Umbu-Runga-Riti-05.jpg)