Breaking News
Rabu, 29 April 2026

Opini

Opini: Ilmu, Karakter, dan Masa Depan

Justru di era persaingan global, SMK menjadi garda terdepan dalam menyiapkan generasi siap kerja, siap usaha, dan siap bersaing

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI DAMASUS LADOLALENG
Damasus Lodolaleng 

Kasus serupa bukan hanya terjadi di Kupang. Dunia internasional pernah diguncang oleh kasus Kevin Mitnick di Amerika Serikat, seorang ahli komputer yang melakukan peretasan sistem besar sebelum akhirnya ditangkap dan kemudian berubah menjadi konsultan keamanan siber. 

Di Inggris dan beberapa negara Eropa, pernah muncul kelompok peretas muda yang menggunakan kemampuan teknis untuk menyerang sistem digital. 

Di Rusia dan Asia Timur juga sering dibongkar sindikat kejahatan siber yang melibatkan anak muda berpendidikan tinggi. 

Indonesia pun memiliki sejumlah kasus serupa. Beberapa tahun terakhir aparat penegak hukum membongkar jaringan penipuan daring, phishing, judi online, pembobolan rekening, dan penyalahgunaan data digital. 

Sebagian pelaku ternyata memiliki kemampuan teknologi yang cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa kecerdasan teknis tanpa moralitas dapat membawa seseorang ke jalan yang salah.
 
Para ahli telah lama menjelaskan fenomena ini. Psikolog Lawrence Kohlberg menyatakan bahwa kecerdasan intelektual belum tentu diikuti kedewasaan moral. 

Seseorang bisa sangat pintar, tetapi jika nilai etikanya lemah, ia mudah tergoda keuntungan sesaat. 

Sosiolog Robert K. Merton menjelaskan bahwa tekanan untuk cepat sukses kadang membuat orang memilih jalan pintas yang menyimpang. 

Sedangkan filsuf pendidikan John Dewey menegaskan bahwa sekolah sejati adalah tempat membentuk watak, bukan sekadar memberi pengetahuan.

Karena itu, pendidikan modern harus selalu menyeimbangkan keterampilan dengan integritas. SMKN 2 Kupang memahami tantangan tersebut. 

Maka sekolah ini terus bergerak menjadi sekolah modern yang tidak hanya mengajarkan kompetensi teknis, tetapi juga disiplin, etika kerja, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, dan karakter. 

Ribuan alumni telah membuktikan keberhasilan itu. Banyak yang bekerja di perusahaan, instansi pemerintah, dunia usaha, menjadi teknisi andal, wirausahawan muda, tenaga profesional, hingga melanjutkan pendidikan tinggi. 

Mereka menjadi kebanggaan sekolah dan penopang ekonomi keluarga masing-masing.

Masyarakat perlu melihat sekolah secara adil. Satu kasus tidak dapat menghapus ribuan keberhasilan. 

Sekolah besar akan selalu menghadapi ujian zaman, tetapi yang penting adalah bagaimana sekolah terus memperbaiki diri, menjaga mutu, dan melahirkan generasi masa depan. 

Dalam hal ini, SMKN 2 Kupang telah menunjukkan konsistensinya sebagai sekolah yang dipercaya masyarakat. Sebagai guru, saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar sekolah ini. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved