Breaking News
Rabu, 29 April 2026

Opini

Opini: Ilmu, Karakter, dan Masa Depan

Justru di era persaingan global, SMK menjadi garda terdepan dalam menyiapkan generasi siap kerja, siap usaha, dan siap bersaing

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI DAMASUS LADOLALENG
Damasus Lodolaleng 

Belajar berarti siswa dibentuk untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan sesuai jurusan masing-masing. 

Proses belajar di SMKN 2 Kupang tidak hanya sebatas ruang kelas, tetapi juga praktik langsung di laboratorium, workshop, magang industri, pembelajaran berbasis proyek, dan kegiatan lapangan. 

Anak-anak dilatih agar tidak hanya memahami teori, tetapi mampu bekerja nyata dan menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Berkarya berarti setiap siswa didorong menjadi pribadi produktif dan kreatif. Di sekolah modern, siswa tidak cukup hanya menerima pelajaran, tetapi harus mampu menghasilkan sesuatu. 

Karena itu, SMKN 2 Kupang menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas siswa melalui karya teknik, desain, inovasi digital, kewirausahaan, lomba keterampilan, hingga berbagai produk yang bernilai ekonomi. 

Anak-anak dibina agar sejak sekolah sudah memiliki mental pencipta, bukan hanya pencari kerja.

Berbakti berarti ilmu yang diperoleh harus kembali memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa. 

Pendidikan sejati bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan, tetapi juga menjadi manusia yang berguna. 

Lulusan yang berbakti adalah mereka yang memakai ilmunya untuk membangun daerah, membantu sesama, menjaga nama baik keluarga, dan membawa perubahan positif di lingkungan sekitar.

Belakangan ini, publik sempat dihebohkan oleh pemberitaan mengenai dua anak muda asal Kupang yang diduga terseret kasus penipuan online dan disebut sebagai alumni sekolah ini. 

Sebagai guru, saya memandang penting untuk menegaskan bahwa sekolah tidak pernah mengajarkan hal-hal yang melanggar hukum. Semua ilmu yang diberikan guru adalah ilmu yang baik, legal, dan bertujuan membangun masa depan siswa. 

Jika ada alumni yang kemudian menyalahgunakan ilmu, maka itu adalah pilihan pribadi. 

Sekolah memberikan pengetahuan, tetapi karakter dan keputusan hidup tetap ditentukan oleh individu. 

Komputer dapat digunakan untuk membangun usaha, membuat aplikasi, memperbaiki jaringan, membuka lapangan kerja, atau membantu masyarakat. 

Namun komputer juga bisa disalahgunakan jika berada di tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Maka persoalan utamanya bukan pada ilmu, melainkan pada moral pengguna ilmu tersebut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved