Opini
Opini: Oko Mama Rohani- Sebuah Wadah Sebelum Obat
Kepemimpinan rakyat di NTT bukan hanya soal hadir saat krisis, tetapi soal memberi rasa dihormati sebelum memberi perintah.
Kemiskinan bukan hanya soal kekurangan uang. Ia adalah pengalaman menjadi tidak cukup, tidak berdaya dan pelan pelan merasa tidak layak di mata dunia.
Kita juga masih berhadapan dengan luka tubuh anak. Data percepatan penurunan stunting menunjukkan prevalensi stunting NTT masih berada di sekitar 37 persen pada 2024 (Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil, 2026).
Angka ini sering masuk dalam laporan dan pidato. Tetapi bagi seorang ibu, ini bukan angka. Ini tubuh anaknya sendiri. Ini masa depan yang sejak awal sudah tidak diberi tempat yang adil untuk tumbuh.
Maka ketika publik dikejutkan oleh pemberitaan menu Makan Bergizi Gratis di Lembata yang disebut berulat di salah satu TK, saya tidak membacanya hanya sebagai kasus teknis dapur atau distribusi makanan.
Peristiwa itu viral karena menyentuh sesuatu yang lebih dalam: makanan untuk anak tidak boleh diperlakukan sebagai urusan sisa.
Detik memberitakan bahwa video menu MBG berulat di TK Negeri 3 Nubatukan, Lembata, viral pada 17 April 2026 dan kepala SPPG meminta pemeriksaan laboratorium atas temuan tersebut (Detik.com, 2026a).
Di titik ini, Yehezkiel 34 terasa sangat dekat. Nabi itu tidak menegur gembala karena mereka tidak pandai menyusun program.
Ia menegur mereka karena yang lemah tidak mereka kuatkan, yang sakit tidak mereka obati, yang luka tidak mereka balut, yang tersesat tidak mereka bawa pulang dan yang hilang tidak mereka cari.
Ini kritik yang sangat tajam terhadap kepemimpinan yang kehilangan rasa merawat. Dalam Yehezkiel, gembala bukan sekadar pemimpin agama. Ia adalah simbol semua kuasa yang seharusnya menjaga kehidupan, tetapi berubah menjadi pihak yang sibuk dengan dirinya sendiri.
Kegagalan gembala dalam Yehezkiel bukan hanya kelalaian administratif. Itu kegagalan moral.
Mereka tidak sekadar lupa memberi makan. Mereka lupa bahwa kawanan adalah makhluk hidup, bukan alat untuk memperbesar nama pemimpin.
Di sinilah teks ini menggugat gereja, pemerintah, lembaga sosial, keluarga dan siapa saja yang memegang kuasa atas hidup orang lain. Kepemimpinan yang tidak membalut luka hanya akan menjadi kekuasaan yang berjalan dengan pakaian pelayanan.
Dalam pekan yang sama, media juga memberitakan dua gunung di NTT, yakni Lewotobi Laki Laki di Flores Timur dan Ile Lewotolok di Lembata, meletus pada malam yang sama, Kamis 23 April 2026.
Warga sekitar diimbau waspada, dengan laporan kolom abu Ile Lewotolok sekitar 300 meter di atas puncak (Detik.com, 2026b).
Sementara itu, laporan lain menyebut Lewotobi Laki Laki kembali erupsi dengan kolom abu mencapai 1.800 meter di atas puncak (Liputan6.com, 2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Debbie-Marleni-Sodakain-02.jpg)