Jumat, 24 April 2026

Opini

Opini: Ketika Warga Menambal Jalan

Selain jalan yang rusak berat, kota dengan julukan Kota Kasih ini juga punya banyak titik jalan berlubang dan bergelombang. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI TESSARILA LEDE RIHI
Tessarila Lede Rihi 

Oleh: Tessarila Lede Rihi
Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Nusa Cendana Kupang, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Jalan merupakan urat nadi kehidupan yang menghubungkan mimpi dengan tujuan. 

Jalan yang setiap hari dilewati justru berubah menjadi mimpi buruk ketika kondisinya sangat memprihatinkan. 

Lubang-lubang menganga seolah-olah siap menjadi tampungan kala hujan tiba, jalan yang sama berubah jadi penuh abu ketika musim panas datang. 

Kondisi jalan yang sulit dilalui dapat menganggu keseharian serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) seharusnya menunjukan sampul yang menjadi gambaran dari NTT. 

Baca juga: Opini: Tambal Jalan, Co-Production dan Civic Partnership 

Kota Kupang dengan luas 180,27 km2   serta memiliki 6 kecamatan dan 51 kelurahan seharusnya tidak memiliki jalan berlubang atau rusak pada ruas jalan utamanya. 

Ini menjadi ironi karena Kota Kupang adalah daerah dengan Pendapatan Asli Daerah tertinggi di NTT. Pendapatan Kota Kupang pada tahun 2025 sebesar Rp 1,46 triliun dengan kontribusi dari PAD Rp 134 miliar. 

Meskipun menjadi ibu kota provinsi, beberapa ruas jalan yang ada masih tergolong dalam kategori “rusak berat”. Ruas jalan rusak ini justru jadi akses penghubung dengan area yang cukup strategis. 

Misalnya kondisi jalan di sekotar GOR Flobamora yang punya lubang dalam, serta berlumpur ketika hujan tiba. 

Jalan tersebut menjadi satu-satunya akses masyarakat menuju fasilitas olahraga yang ada di Kota Kupang.

Ddalam area tersebut ada gedung PPLP, gedung tenis meja, gedung futsal dan tentunya akses ke GOR itu sendiri. 

Selain itu ada juga jalan Oeleta Raya Alak. Jalan yang membentang dari markas Angkatan Laut menuju kantor camat dan polsek Alak juga kondisinya memprihatinkan. 

Selain jalan yang rusak berat, kota dengan julukan Kota Kasih ini juga punya banyak titik jalan berlubang dan bergelombang. 

Meskipun terlihat sepele beberapa titik lokasinya berada pada jalan dengan lajur cepat seperti di Jalan El Tari dan jalan Frans Seda. Beberapa titik lubang yang berada di depan rumah jabatan wali kota bahkan belakang rumah jabatan gubernur. 

Baca juga: Yeremia Tanggu Giat Tambal Jalan Rusak di Kodi Sumba Barat Daya

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved