Senin, 20 April 2026

Opini

Opini: Arsip

Pengarsipan membuat kita bisa mengevaluasi, bahkan memperbaiki hal-hal yang pernah kita kerjakan dan kita catat. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI MARIO F LAWI
Mario F. Lawi. 

Oleh: Mario F. Lawi
Komunitas Sastra Dusun Flobamora Kupang, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Kantor Koninklijk Instituut voor Taal –, Land – en Volkenkunde (Institut Kerajaan Belanda untuk Kajian Asia Tenggara dan Karibia) di Jakarta resmi memperkaya khazanah pustakanya dengan mengakuisisi 77 karya dari Komunitas Sastra Dusun Flobamora

Proses pengumpulan materi literatur ini berlangsung selama lima hari, yakni pada 6—10 April 2026, bertempat di sekretariat Dusun Flobamora, Naimata, Kota Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan KITLV-Jakarta, Budiman (Koordinator Koleksi) dan Risya Iskandar, diterima langsung oleh sejumlah anggota Dusun Flobamora. 

Baca juga: Opini: Melestarikan Alam sebagai Tanggung Jawab Spiritual

Hasil dari proses kurasi dan akuisisi tersebut meliputi 40 edisi digital Jurnal Sastra Santarang (sebagai tambahan atas 38 edisi dalam rentang 2012—2016 yang telah dikoleksi KITLV-Jakarta), dan 37 judul buku terbitan komunitas (termasuk karya non-ISBN yang terbit dengan nomor katalog internal).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Direktur KITLV-Jakarta, Marrik Bellen, pada Maret 2026. 

Kunjungan KTLV-Jakarta bertujuan khusus untuk melengkapi koleksi wilayah Kupang dan Nusa Tenggara Timur di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda.

Sebagai informasi, KITLV-Jakarta berperan sebagai perpanjangan tangan Perpustakaan Universitas Leiden dalam menghimpun, mendigitalisasi, dan menerbitkan materi studi terkait Indonesia dan Asia Tenggara. 

Lembaga yang berkantor di kompleks Kedutaan Besar Belanda ini berfokus pada pengarsipan karya ilmiah dan humaniora dari berbagai sumber, baik komersial maupun komunitas independen.

Proses akuisisi dilakukan secara selektif melalui beberapa tahapan. Pertama, penetapan kriteria. 

Materi yang dipilih tidak terbatas pada buku formal ber-ISBN, tetapi juga mencakup terbitan internal komunitas seperti laporan dan katalog yang memiliki nilai historis dan sosial. Kedua, penyortiran. 

Tim KITLV mengkurasi arsip cetak dan digital yang dimiliki komunitas dari periode 2012—2025. Ketiga, akuisisi. Judul-judul yang dipilih kemudian diakuisisi untuk jadi bagian dari khazanah perpustakaan. 

Edisi digital Jurnal Santarang sendiri akan diunggah ke server Perpustakaan Universitas Leiden, bersama koleksi sebelumnya, agar dapat diakses oleh peneliti global.

Kerja sama ini mempertegas komitmen kedua belah pihak dalam menjaga keberlanjutan arsip sastra lokal agar tetap lestari di tingkat internasional. Inilah juga salah satu sumbangan Komunitas Sastra Dusun Flobamora bagi Nusa Tenggara Timur di tingkat internasional.

Kerja sama Dusun Flobamora dan KITLV sebenarnya telah berlangsung sejak 2012, saat Dusun Flobamora pertama kali memperoleh ISSN untuk Jurnal Sastra Santarang. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved