Kamis, 16 April 2026

Opini

Opini: Menjaga Mutu Undana di Balik Layar WFH

Pelaksanaan WFH dan SFH satu hari setiap Jumat tentu bukan persoalan besar jika dilihat hanya dari sisi jadwal. 

|
Editor: Dion DB Putra
HUMAS UNDANA KUPANG
Roy Nendissa 

Kehadiran dalam sistem digital tidak selalu identik dengan produktivitas yang sesungguhnya. Yang lebih penting adalah apakah layanan tetap cepat, responsif, dan akurat. 

Dalam konteks ini, ukuran kerja yang benar-benar terlihat hasilnya menjadi semakin penting. 

Kampus perlu memastikan bahwa fleksibilitas tidak hanya terlihat tertib secara administratif, tetapi juga benar-benar terasa manfaatnya dalam kualitas layanan.

Peran teknologi juga tidak bisa diabaikan. Platform pembelajaran daring, sistem administrasi digital, dan aplikasi pendukung lain kini menjadi tulang punggung banyak aktivitas akademik. 

Karena itu, kesiapan infrastruktur, keandalan layanan digital kampus, dan keamanan data perlu terus diperkuat. 

Ketika kampus semakin bergantung pada sistem digital, kualitas pengelolaan teknologi menjadi bagian dari kualitas tata kelola akademik itu sendiri.

Pada bagian ini, langkah cepat dan terukur yang diambil oleh Rektor Universitas Nusa Cendana patut diapresiasi. 

Respons kebijakan yang tidak hanya mengikuti arahan nasional, tetapi juga mempertimbangkan kondisi akademik di tingkat institusi, menunjukkan kepemimpinan yang peka terhadap dinamika kampus. 

Pengaturan yang selektif, dengan tetap menjaga kegiatan akademik yang esensial berlangsung secara luring, menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa fleksibilitas berjalan seiring dengan mutu.

Yang dibutuhkan selanjutnya adalah penguatan pada sisi pengelolaan. Tidak harus rumit, tetapi jelas dan konsisten. 

Kampus dapat memulainya dengan memetakan hal-hal penting yang perlu dijaga bersama: mutu pembelajaran, akses mahasiswa, kelancaran layanan, dan keandalan sistem digital. 

Dari situ, universitas dapat mengambil langkah sederhana namun berdampak, seperti membantu dosen menyesuaikan pembelajaran daring, menyediakan materi yang lebih mudah diakses mahasiswa, mempercepat layanan administrasi, dan membuka ruang umpan balik yang cepat.

Pada akhirnya, setiap kebijakan adalah langkah menuju masa depan yang belum sepenuhnya kita kenal. Fleksibilitas akademik membuka jalan, sementara kesadaran risiko menjaga arah perjalanan itu tetap terarah. 

Dalam ruang inilah Undana, dengan kepemimpinan yang bijak, menunjukkan bahwa perubahan dapat berjalan tanpa kehilangan kualitas, sekaligus menumbuhkan kepercayaan. 

Dari sana, perguruan tinggi tidak sekadar bergerak mengikuti zaman, tetapi perlahan membentuk masa depannya sendiri dengan lebih matang dan bermartabat. (*)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved