Renungah Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026: Damai yang Lahir Dari Kerahiman Allah
Yesus Kristus hadir menembusi pintu-pintu yang terkunci, seperti dahulu Ia datang ke dunia saat tidak ada tempat bagi-Nya.
Oleh: RD. Leo Mali
Rohaniwan dan Dosen Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Penyaliban Yesus menjadi pengalaman yang sangat mengguncang para murid.
Sebagai orang-orang dekat-Nya, mereka merasa ikut terancam. Injil Yohanes melukiskan suasana itu dengan jelas:
“Pada malam pertama sesudah Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi” (Yoh. 20:19).
Apa yang terjadi di antara mereka tidak dikisahkan secara rinci. Namun kita dapat membayangkan kegelisahan yang meliputi hati mereka: rasa bersalah karena telah meninggalkan Yesus, rasa malu karena harapan mereka seakan runtuh, dan ketakutan akan nasib yang sama.
Baca juga: Opini: Ketika Hujan Tak Datang, Siapa yang Kita Jaga?
Mereka menutup diri, bukan hanya secara fisik dengan pintu yang terkunci, tetapi juga secara batin.
Dalam keterpurukan itu, ketakutan menjadi satu-satunya bahasa yang tersisa. Namun justru dalam situasi tertutup itulah Yesus datang.
Ia hadir menembusi pintu-pintu yang terkunci, seperti dahulu Ia datang ke dunia saat tidak ada tempat bagi-Nya.
Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” (Yoh. 20:19). Ia tidak datang untuk menghakimi, tetapi untuk memulihkan.
Ia menunjukkan tangan dan lambung-Nya yang terluka (Yoh. 20:20). Luka itu tidak hilang, tetapi kini menjadi tanda kasih yang mengalahkan penderitaan dan kematian.
Kehadiran-Nya mengubah segalanya. Ketakutan berganti sukacita. Para murid mengalami damai yang tidak berasal dari situasi luar, melainkan dari perjumpaan dengan Dia yang bangkit.
Sekali lagi Ia berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”(Yoh. 20:21). Salam ini bukan sekadar sapaan, melainkan anugerah yang memulihkan hati mereka.
Dari damai itu lahirlah perutusan. “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yoh. 20:21).
Ia menghembusi mereka dengan Roh Kudus (Yoh. 20:22) dan memberi kuasa untuk mengampuni dosa (Yoh. 20:23).
Mereka diutus untuk menjadi pembawa kerahiman, karena mereka sendiri telah lebih dahulu mengalami pengampunan dan kerahiman Allah.
Ajaibnya Jalan Kerahiman Allah
manifestasi Kerahiman Allah
Kerahiman Ilahi
Leo Mali
Renungan Harian Katolik
Gereja Katolik
| Renungan Harian Katolik Sabtu Alleluya, 4 April 2026: Salam dan Jangan Takut! |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 13 Desember 2025, Berjalan Mendahului Tuhan Dalam Roh dan Kuasa |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 23 November 2025: Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam |
|
|---|
| Renungan Katolik Minggu 2 November 2025: Tak Seorangpun yang Akan Benar-Benar Hilang |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Kamis 27 Juni 2024, "Iman Tanpa Perbuatan adalah Mati" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Romo-Leo-Mali-menyampaikan-Renungan-Harian-Katolik-Minggu-3-Maret-2024.jpg)