Opini

Opini: Broken String dan Krisis Epistemologi

Buku tersebut juga adalah sebuah sapaan sebagai langkah antisipatif bahwa kekerasan bisa terjadi kapan dan di mana saja. 

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM
Gian Ribhato 

Boby (seorang laki-laki) adalah penjahat kemanusiaan dari masa lalu Aurelie. 

Tidak ada lagi kemungkinan lain. Ini adalah krisis epistemologis. Proses pengujian secara rasional terhadap klaim akhir kebenaran tersebut dibungkam oleh pendapat massa.

Kritis, bukan afirmasi atas kekerasan

Sikap yang paling pantas berhadapan dengan isu kekerasan masa lalu yang ditampilkan oleh Aurelie Moeremans dalam buku Broken Strings adalah kritis-reflektif. 

Kritis berarti menyelami lebih dalam, memverifikasi dan menganalisis sampai ke dasar-dasarya, tanpa buru-buru menjustifikasi secara sepihak. 

Ini bukan pembenaran atas kekerasan tetapi sebuah konfirmasi terhadap prinsip penalaran. Kebenaran tidak pernah tampil seperti cahaya. 

Dia selalu tersingkap dalam ketersembunyian dan tersembunyi dalam ketersingkapannya. Dia adalah mysterium, demikian kata Heidegger. 

Reflektif berarti memetik makna dari narasi yang ditampilkan di dalamnya. Makna tidak diperoleh melalu suara marah mayoritas. 

Makna dari suatu teks jika dikaji dari perspektif dekonstruksi Derida adalah milik pembaca. Pembaca memperolehnya ketika dia berjumpa dengan teks dan menciptakan makna di dalamnya. 

Artinya makna suatu teks tidak hanya milik penulis dan pembaca hanya mengonsumsikannya. Pembaca terlibat penuh dalam memproduksi makna suatu teks. 

Dengan demikian, syarat dasarnya supaya pembaca terlibat penuh dalam memproduksi makna teks adalah dia harus otonom. Dia tidak boleh terlebur dan tenggelam teriakan massa (baca: psikologi digital).
 
Buku tersebut juga adalah sebuah sapaan sebagai langkah antisipatif bahwa kekerasan bisa terjadi kapan dan di mana saja. 

Menutup mulut adalah langkah mundur dari peradaban. Menyingkapkan kekerasan bukanlah aib. Tetapi penerimaan atas pengungkapan tersebut mesti tetap dalam koridor prinsip penalaran. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved