Opini

Opini: Broken String dan Krisis Epistemologi

Buku tersebut juga adalah sebuah sapaan sebagai langkah antisipatif bahwa kekerasan bisa terjadi kapan dan di mana saja. 

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM
Gian Ribhato 

Kebenaran pada prinsipnya hasil dari dinamika rasionalitas manusia. Rasionalitas bukan hanya bekerja dengan mengafirmasi tapi juga menegasi. 

Penegasian tidah dalam pengertian menolak sama sekali, tetapi menguji setiap proposisi. 

Dalam perspektif teori tindakan Komunikatif Habermas, kebenaran harus selalu diuji dengan mengambil alih perspektif orang kedua. 

Artinya, orang harus berani keluar dari perspektifnya sendiri, menyeberang dan masuk pada pada perspektif orang lain. 

Hampir senada dengan Habermas, Karl Popper dengan prinsip falsifikasnya mengungkapkan bahwa kebenaran harus diuji dengan mendeteksi wilayah kekeliruan dan ketidaktahuan sebuah proposisi atau ungkapan.

Patriarki-Laki-laki pasti pelakunya

Dalam perspektif feminisme, sistem patriarki yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat dalam struktur sosial menjadi penyebab langgengnya kekerasan terhadap perempuan. 

Dalam beberapa bahkan banyak kasus kekerasan terhadap perempuan, klaim ini sulit untuk dibantah. 

Kekerasan gender dalam faktanya selalu menampilkan laki-laki sebagai pelaku dan perempuan sebagai korbannya. 

Kelahiran feminisme adalah untuk membongkar tatanan demikian yang menjadi kondisi yang memungkinkan adanya kekerasan gender. 

Feminisme selalu melihat bahwa sistem patriarki atau andosentrisme menjadi katalisator di baliknya dan dengan demikian selalu menjadi ultimate explanation (penjelasan mendasar) dalam hubungan dengan kekerasan gender. 

Sasaran dari feminisme bukan hanya untuk melawan dominasi patriarki tetapi lebih dari itu untuk memperjuangkan kesetaraan. 

Baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama sebagai manusia. 

Namun jika ditelusuri lebih jauh, kelahiran feminisme justru menyebabkan ketidaksetaraan yang baru. 

Dalam konstruksi sosial, narasi kekerasan terhadap perempuan oleh laki-laki mudah dierima tanpa perlu bersusah payah memverifikasinya ataupun memfalsifikasikannya. 

Demikian dalam konteks Broken String, sangat minim upaya untuk mempertanyakannya. Diagnosanya jelas, tanpa kerguan sedikitpun. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved