Opini
Opini: Saatnya Kita Menyehatkan Keluarga
Beberapa fakta itu semakin meyakinkan kita tentang pentingnya institusi keluarga dalam berbagai urusan di muka bumi ini.
Pertama, mengenal masalah kesehatan setiap anggota keluarga. Proses mengenal masalah kesehatan ini bisa melalui berbagai jalur.
Misalnya, berdasarkan pengalaman sendiri atau informasi dari orang, membaca berita, menyaksikan di media sosial, dan sebagainya.
Apa pun sumber informasinya, keluarga sebaiknya perlu melakukan validasi atau cek kebenaran informasi itu kepada tenaga kesehatan, sebab hoaks atau berita bohong di bidang kesehatan juga sangat melimpah.
Kedua, memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga. Kemampuan membuat keputusan ini sangat berkaitan dengan kemampuan pertama.
Kalau kita sudah mengenal masalah kesehatan dengan baik, maka harusnya bisa membuat keputusan yang tepat dan cepat.
Ada banyak kondisi yang perlu penanganan cepat dan kalau kita lambat mengambil keputusan, bisa saja kondisinya semakin memburuk lalu berujung fatal.
Ketiga, memberi perawatan kepada anggota keluarga yang sakit. Meski kita tidak belajar secara formal di bidang kesehatan, sebagai keluarga kita perlu saling belajar memberikan perawatan yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.
Ada banyak keterampilan yang biasa kita pelajari secara autodidak dan itu sangat terasa manfaatnya saat pandemi Covid-19.
Dari wabah itu kita belajar, ada banyak sumber daya alam dan kearifan lokal yang bisa kita maksimalkan untuk kesehatan.
Keempat, keluarga harus mampu memodifikasi lingkungan rumah yang sehat.
Lingkungan di sini tidak sekadar yang kelihatan secara fisik (bersih, rapi, sirkulasi udara baik, sanitasi bagus, dll), tapi juga menyangkut lingkungan psikologis, sosial dan spiritual.
Keluarga perlu merekayasa suasana rumah sehingga menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua.
Kelima, semandiri apa pun keluarga kita, sebaiknya tetap memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di masyarakat.
Memang sebelumnya kita sempat mengeluh dengan keterbatasan SDM dan fasilitas kesehatan.
Tapi, dari sedikit yang sudah ada itu, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk peningkatan kualitas hidup. Nikmati layanan yang paling dekat, misalnya puskesmas.
| Opini: Kerugian Negara dan Alarm Tata Kelola Keuangan Publik |
|
|---|
| Opini: Children helping Children a la Pangeran Cilik |
|
|---|
| Opini: Makna Pentahbisan Diakon dalam Perspektif Thomas Aquinas tentang Penggerak Pertama |
|
|---|
| Opini: Pelajaran dari Pancasila bagi Kebijakan Satu Peta |
|
|---|
| Opini: Ketika Luka Menjadi Pemandangan- NTT dan Kelelahan Merawat Sesama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Saverinus-Suhardin02.jpg)