Opini
Opini: Saatnya Kita Menyehatkan Keluarga
Beberapa fakta itu semakin meyakinkan kita tentang pentingnya institusi keluarga dalam berbagai urusan di muka bumi ini.
Ia mengatakan bahwa, hampir semua masalah kesehatan yang ada di Indonesia dan dunia pada umumnya ada juga di NTT.
Tapi pada kondisi tertentu, ada juga masalah kesehatan yang hanya ada di NTT dan belum atau tidak ada di tempat lain.
Kondisi itu semakin rumit dengan terbatasnya fasilitas dan tenaga kesehatan untuk melayani semua masyarakat yang tersebar di wilayah kepulauan ini.
Sebagai gambaran saja, jumlah dokter yang tercatat di NTT pada tahun 2023 hanya 2.058 orang.
Bila kita bagi dengan jumlah penduduk NTT saat itu yang berjumlah sekitar 5,6 juta jiwa, maka rasio dokternya adalah sekitar 0,37 dokter per 1.000 penduduk.
Angka ini sangat rendah jika dibandingkan dengan standar WHO (1 dokter per 1.000 penduduk) atau bila dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Tanpa harus menjadi ahli statistik kita sudah bisa memperkirakan bahwa akses layanan kesehatan formal saat ini masih menjadi barang yang mewah.
Memang kita tahu, itu kewajiban negara untuk menyediakan layanan kesehatan yang memadai buat semua sebagaimana konsep UHC (Universal Health Coverage) yang diusung WHO.
Tapi kita juga tahu, negara kita ini sedang berkembang menuju negara maju.
Karena itu, ketimbang kita terus mengeluh yang bisa merusak kesehatan jiwa juga, lebih baik kita mengambil peran dengan memperkuat keluarga masing-masing untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang ada.
Lima Tugas Kesehatan Keluarga
Tema Natal 2025 tadi, bila dipandang dari kaca mata iman Kristen, tentunya kita merasakan suka cita yang besar, sebab Allah telah hadir dalam keluarga.
Ia tentunya hadir membawa kekuatan dan semangat baru menyongsong hari-hari mendatang.
Sebagai bentuk rasa syukur, tidak ada salah kita mulai menata kembali keluarga bersama Allah yang telah hadir dalam berbagi urusan, termasuk memperkuat aspek kesehatan.
Ada banyak konsep dan teori kesehatan atau ilmu keperawatan yang menjelaskan bagaimana hubungan antara kesehatan dan keluarga.
Karena keterbatasan halaman, maka kali ini kita fokus dulu untuk sama-sama menyadari lima tugas kesehatan keluarga berdasarkan taksonomi Friedman (2010).
| Opini: Kerugian Negara dan Alarm Tata Kelola Keuangan Publik |
|
|---|
| Opini: Children helping Children a la Pangeran Cilik |
|
|---|
| Opini: Makna Pentahbisan Diakon dalam Perspektif Thomas Aquinas tentang Penggerak Pertama |
|
|---|
| Opini: Pelajaran dari Pancasila bagi Kebijakan Satu Peta |
|
|---|
| Opini: Ketika Luka Menjadi Pemandangan- NTT dan Kelelahan Merawat Sesama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Saverinus-Suhardin02.jpg)