Opini
Opini: Natal, Hari Ibu dan Tahun Yubileum 2025
Kelahiran Yesus menjadi momen perdamaian karena Yesus lahir untuk mendamaikan umat manusia, menebus dosa manusia.
Di sini menunjukan peran ibu merupakan tokoh pembebasan (pembebasan dari dosa dan pembebasan dari perbudakan).
Kedua, peran Bunda Maria dalam menjaga harmoni antara manusia dengan Tuhan, antara manusia dengan manusia dan antara manusia dengan alam ditandai dengan penebusan dosa oleh kematian Yesus di kayu salib.
Akibat dosa maka hubungan antara manusia dengan Tuhan, antara manusia dengan manusia dan antara manusia dengan alam menjadi renggang.
Peran perempuan dalam kongres I perempuan Indonesia telah menciptakan sebuah semangat perjuangan untuk membela hak dan kewajiban sehingga terciptanya kemerdekaan yang dapat mengantar rakyat Indonesia keluar dari perbudakan, kesengsaraan, keterbelengguan dan kemiskinan.
Inilah bukti peran perempuan dalam pembelaan terhadap peradaban manusia.
Ketiga, Bunda Maria telah menjadi Bunda Yesus. Ia membimbing Yesus sebagai manusia biasa menuju kedewasaan fisik manusiawi dan akhirnya Yesus menjadi pemimpin, gembala, guru umat Katolik yang disegani oleh kawan maupun lawan.
Kaum perempuan saat ini telah melahirkan dan membesarkan generasi menuju manusia yang dewasa dan bermartabat serta berkarya bagi kepentingan gereja dan bangsa.
Bunda Maria dan perempuan-perempuan saat ini maupun yang akan datang telah dan akan menjadi pilar utama dalam membangun fondasi keluarga yang kokoh menuju sebuah bangsa yang kuat.
Keempat, Bunda Maria adalah Bunda Penyelamat karena anaknya Yesus telah menjadi penyelamat bagi umat manusia.
Perempuan Indonesia di kala itu menjadi penyelamat bagi rakyat dalam belenggu penjajah. Kaum ibu adalah penyelamat dunia.
Kelima, Natal merupakan peristiwa Bunda Maria melahirkan Yesus Sang Juru Selamat.
Hari Ibu adalah hari lahirnya tonggak sejarah perjuangan perempuan untuk keluar dari belenggu penjajah.
Tahun Yubileum 2025 dengan Tema Ziarah Pengharapan kiranya membawa para peziarah menuju pertobatan sehingga terciptanya pembaharuan iman.
Yesus datang untuk menebus dosa umat manusia maka umat Katolik diajak bertobat.
Ziarah pengharapan tahun Yubelium 2025 semoga menjadi daya dorong bagi perjuangan kaum perempuan untuk mencapai harapan baru dalam tata dunia di masa yang akan datang.
Semoga Natal, Hari Ibu dan Tahun Yubileum 2025 membawa harapan baru, pertobatan, pengampunan dosa, pembaharuan iman menuju tata dunia baru seturut injil. Semoga. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gabriel-Ola.jpg)