Opini
Opini: Natal, Hari Ibu dan Tahun Yubileum 2025
Kelahiran Yesus menjadi momen perdamaian karena Yesus lahir untuk mendamaikan umat manusia, menebus dosa manusia.
Karena itu pada momentum Hari Ibu apresiasi atau penghargaan patut diberikan kepada kaum perempuan karena peran mereka saat ini maupun di masa yang akan datang tidak lagi terbatas pada urusan keluarga.
Peran perempuan sudah merambah dan patut diperhitungkan dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.
Tahun Yubileum
Tahun Yubileum 2025 dengan tema Ziarah Pengharapan, umat Katolik diajak untuk melakukan ziarah spiritual dalam rangka pembaruan iman, membangun harapan masa depan, dan melakukan pertobatan.
Umat Katolik diharapkan membangun solidaritas antar dan intern umat beragama.
Solidaritas antarumat beragama merupakan salah satu wujud menghadirkan ajaran sosial gereja di tengah kemajemukan.
Karena pada titik inilah umat Katolik mengejahwantahkan pesan injil menjadi garam dan terang di tengah dunia .
Pada Tahun Yubileum 2025, gereja Katolik hendak mengajak umat untuk melakukan perjalanan spiritual mencari Tuhan yang merupakan simbolisasi dari perjalanan bangsa Israel menuju tanah terjanji dengan fokus pada iman, harapan dan pertobatan atau pengampunan dosa ( idulgensia).
Perjalanan spiritual memberi pesan bagi umat Katolik untuk melakukan pencarian makna hidup, menemukan keheningan, kesederhanaan dan pembaharuan iman.
Tahun Yubileum 2025 memberi pesan harapan agar manusia dapat mengatasi keputusasaan akibat menghadapi berbagai persoalan seperti krisis iklim, konflik bersenjata, atau bencana alam.
Tahun Yubileum 2025 juga merupakan kesempatan memperoleh pengampunan dosa melalui pertobatan.
Melalui pertobatan maka akan ada transformasi diri dari manusia lama ke manusia baru yang membawa harapan baru dalam tata dunia baru.
Antara Natal, Hari Ibu dan Tahun Yubelium 2025 ada pesan penting yang perlu diangkat dan menjadi nilai yang perlu dihidupi umat Katolik dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Pertama, Bunda Maria merupakan tokoh sentral dalam kehidupan umat manusia.
Melalui Bunda Maria Tuhan melakukan karya penyelamatan terhadap umat manusia dengan menghadirkan Yesus sebagai Juru Selamat untuk menebus dosa manusia.
Kongres I Perempuan telah melahirkan tonggak sejarah perjuangan untuk keluar dari kungkungan penjajah. Artinya peran perempuan melahirkan sebuah peradaban tentang keluar dari kungkungan penjajah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gabriel-Ola.jpg)