Liputan Khusus
LIPSUS: Ibunda Prada Lucky Namo, Saya Hanya Ingin Keadilan
Air mata dan duka belum kering dari wajah Mama Epi, ibunda dari almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo, personel Batalyon Infanteri TP 834 WM
Otniel menegaskan, keluarga akan menerima jika Lucky gugur di medan tugas, namun kenyataan yang dihadapi berbeda. "Anak kami meninggal dalam pembantaian," katanya dengan suara bergetar.
Ia berharap, proses hukum terhadap para pelaku dapat dilakukan secara transparan hingga keluarga mendapatkan rasa keadilan.
Ibadah pemakaman Prada Lucky diikuti keluarga hingga kerabat. Di sekitar rumah dipenuhi karangan bunga, ucapan dukacita dari Gubernur NTT Melki Laka Lena maupun pejabat Kodam Udayana dan Menteri Pertahanan RI.
Lurah Kuanino Ester Nalle Bani dalam sambutan singkatnya menyampaikan dukacita. Ia ikut menceritakan singkat tentang peristiwa dukacita itu.
"Semua yang dialami, peristiwa kematian ini, semua adalah seizin dan sepengetahuan Tuhan.Kami merasakan duka yang sama dengan keluarga. Waktu tes anak Namo, kami juga terlihat dalam penandatanganan surat yang diperlukan. Kami juga berterima kasih kepada keluarga, mempersembahkan kepada Negara," tambah dia.
Disaksikan Pos Kupang, usai penutupan peti jenazah dilanjutkan dengan upacara kedinasan militer yang dipimpin Komandan Brigade Infanteri 21/Komodo. Usai upacara kedinasan, peti jenazah Prada Lucky yang dibungkus bendera merah putih dipikul beberapa anggota TNI diantar ke mobil ambulance.
*Masih Penyidikan
Sub Denpom IX/1-1 Ende terus menyelidiki kasus dugaan penganiayaan terhadap Prada Lucky. Pihak Sub Denpom IX/1-1 Ende telah melakukan serangkain pemeriksaan dan memintai keterangan dari sejumlah anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere lainnya yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan Prada Lucky.
"Intinya kami lagi bekerja biar cepat selesai dalam kasus penyidikan, yang jelas kalau ada yang berbuat kan pasti bertanggungjawab," jelas Dansub Denpom Ende, Kapten CPM Stefanus Kopong Ola kepada Pos Kupang, Sabtu (9/8).
Namun, Kapten CPM Stefanus belum memberikan keterangan secara pasti terkait jumlah terduga pelaku yang saat ini tengah diperiksa.
"Kalau totalnya kita masih dalam penyidikan. Jadi kita masih belum bilang pastikan berapa. Jadi informasinya begitu untuk sementara, mungkin bisa besok lah baru bisa," tambah Kapten CPM Stefanus.
Terkait motif dugaan penganiayaan, Ia juga belum mau memberikan keterangan lebih lanjut karena saat ini pihaknya masih terus memintai keterangan dari sejumlah oknum anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere yang diduga terlibat.
"Kalau sudah selesai baru kami bisa berikan keterangan, inikan masih penyidikan jadi belum kami pastikan untuk menyampaikan motifnya," pungkas Kapten CPM Stefanus.
Terduga pelaku penganiayaan terhadap Prada Lucky Namo, Tabakpan 2.2 Ru 3 Ton 1 Kipan A Yonif TP 834/WM NRP 1725104030035583 di Marshalling Area Yonif TP 834/WM, Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Flores diduga berjumlah 20 orang.
Akibat penganiyaan tersebut, Prada Lucky sempat dirawat intensif di RSUD Aeramo karena mengalami luka sayatan dan lebam di beberapa bagian tubuh hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (6/8/2025) sekira pukul 11.23 WITA.
Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior
Prada Lucky Namo
Yonif TP 834/WM
POS-KUPANG.COM
Lipsus
Liputan Khusus
| LIPSUS: Dokter Spesialis Mogok Kerja, Pasien RSUD Atambua Kecewa |
|
|---|
| LIPSUS: Pembelian BBM 50 Liter Sehari, Kendaraan Antri di SPBU, Dipicu Isu Kenaikan Harga BBM |
|
|---|
| LIPSUS: Suster Ika Sedih Lepas 12 LC, Gubernur KDM Jemput ke Maumere Carter Pesawat Susi Air |
|
|---|
| LIPSUS: Melki dan Johni Siap Terima Kritik, Sudah Setahun Memimpin Provinsi NTT |
|
|---|
| LIPSUS: PIP Rp 5 Miliar Gagal Dicairkan untuk 6.334 Siswa Ngada, Tuding Pihak Perbankan Persulit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sepriana-Paulina-Mirpey-Ibu-dari-Prada-Lucky-Namo.jpg)