Kamis, 11 Juni 2026

Malaka Terkini

Pertamax Kosong Selama Tiga Hari di Kabupaten Malaka NTT

Herman menjelaskan bahwa sejak 10 Juni 2026, harga Pertamax di SPBU Pertamina Laran telah mengalami penyesuaian menjadi Rp16.250 per liter.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
PELAYANAN BBM - SPBU Pertamina 56.857.02 yang berada di Laran, Malaka Tengah tampak tidak ada aktivitas pelayanan BBM, Kamis (11/6/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang tengah melanda Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, ternyata tidak hanya terjadi di tingkat pengecer.

Kondisi serupa juga mulai terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), salah satunya di SPBU Pertamina 56.857.02 yang berada di wilayah Laran, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah.

Pantauan POS-KUPANG.COM pada Kamis (11/6/2026) menunjukkan suasana yang tidak biasa di SPBU tersebut. Jika pada hari-hari normal lokasi itu dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengantre untuk mendapatkan BBM, kali ini area pelayanan tampak kosong.

Tidak terlihat satu pun kendaraan yang mengantre di jalur pengisian. 

Baca juga: Nobar Gembira Bersama NasDem Malaka di 10 Titik, Siap Menggerakan UMKM

Para petugas nosel yang biasanya siaga melayani pelanggan juga tidak tampak berada di area pengisian. Kondisi itu menjadi gambaran nyata bahwa pasokan BBM di Kabupaten Malaka sedang mengalami tekanan yang cukup serius.

Meski demikian, Pengawas SPBU Laran, Herman Seran, menjelaskan bahwa untuk BBM jenis Pertalite, pasokan masih terus datang setiap hari dari pihak penyalur.

Menurut Herman, setiap hari SPBU tersebut menerima pasokan Pertalite sebanyak 8.000 liter. Namun tingginya kebutuhan masyarakat membuat stok yang masuk hampir selalu habis dalam waktu singkat.

“Pertalite masih masuk setiap hari. Volume yang masuk sekitar 8.000 liter per hari. Tetapi karena permintaan masyarakat sangat tinggi, stok yang ada cepat habis,” jelas Herman saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menegaskan bahwa meskipun terjadi kelangkaan di tingkat pengecer, harga Pertalite di SPBU masih tetap mengikuti harga resmi yang berlaku, yakni Rp10.000 per liter.

Situasi berbeda justru terjadi pada BBM jenis Pertamax. Herman mengungkapkan bahwa dalam tiga hari terakhir SPBU Pertamina Laran belum menerima pasokan Pertamax dari pihak penyalur.

Biasanya, sekali pengiriman Pertamax yang diterima SPBU mencapai 8.000 liter atau sesuai kapasitas tangki penampungan yang tersedia di lokasi tersebut. Namun pengadaan Pertamax dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi stok yang tersedia.

“Kalau Pertamax biasanya tergantung permintaan. Ketika stok di sini sudah habis, baru kami mengajukan permintaan pengiriman. Sekali masuk biasanya 8.000 liter sesuai kapasitas penampungan yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasokan Pertamax tidak datang setiap hari seperti Pertalite. Dalam kondisi tertentu, pengiriman baru dilakukan setelah satu minggu, tergantung tingkat konsumsi masyarakat dan ketersediaan stok di lapangan.

Akibat belum adanya pengiriman selama tiga hari terakhir, stok Pertamax di SPBU tersebut saat ini kosong. Kondisi ini turut memperparah situasi kelangkaan BBM yang sedang dirasakan masyarakat Malaka.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved