Liputan Khusus
LIPSUS: BGN Tidak Buka SPPG Baru, Refocusing Penerima Manfaat MBG, Fokus Bangun di Daerah 3 T
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengatakan, pihaknya akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program MBG
Ringkasan Berita:
- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengatakan, pihaknya akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Menurut Nanik, ada kemungkinan sekolah yang sudah kaya tidak memerlukan program MBG.
- "Kami refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu? Rasanya tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus," kata Nanik, usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6).
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengatakan, pihaknya akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Nanik, ada kemungkinan sekolah yang sudah kaya tidak memerlukan program MBG. "Kami refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu? Rasanya tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus," kata Nanik, usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6).
Nanik mengatakan, BGN akan lebih memfokuskan MBG bagi penerima manfaat yang membutuhkan. "Jadi, kita lebih arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi," tutur dia.
Selain itu, menurut dia, ada kemungkinan penerima manfaat MBG yang kini sudah mencapai sekitar 63 juta penerima manfaat dialihkan ke daerah yang betul membutuhkan.
"Ini kita akan refocusing, sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini benar tuh 63 juta ini butuh atau sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh," ucap dia.
Selain membenahi soal penerima manfaat, BGN juga akan melakukan kontrol terhadap kualitas MBG. "Kami juga sudah sampaikan ke Presiden di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas, tapi pada kualitas," ungkap Nanik.
Nanik menambahkan, BGN akan mengecek setiap MBG yang ada apakah sudah sesuai standar. "Nanti akan kita grading. Apa? Misalnya apakah dapur ini bisa 3.000, 2.000 atau 1.000 saja itu nanti akan kita kelompok-kelompokkan," imbuh dia.
Selanjutnya, Nanik juga akan fokus MBG untuk daerah 3T. Dia pun akan mencoba mengurangi penggunaan anggaran negara dalam program MBG.
"Ini kami akan mencoba mengurangi tidak menggunakan APBN, mencoba ya. Tapi tadi kami belum ke sini nih sudah di, oleh apa namanya, rupanya ada investor yang sudah membangun 3T. Kami akan selesaikan bagaimana sebaiknya," ucap Nanik.
"Tapi, untuk wilayah-wilayah yang belum digarap oleh investor, kami akan coba kerja samakan atau kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN, atau mungkin ada hibah dari luar negeri, atau mungkin juga kalau di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya berinvestasi," sambung dia.
Nanik juga menegaskan salah satu fokusnya melakukan efisiensi anggaran. agar tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan, gizi.
“Efisiensi ini kami lakukan yang pertama melalui moratorium. Moratorium ini bukan titik baru, tetapi juga dapur-dapur baru,” ucap dia.
Selain itu, BGN juga tidak akan membuka titik baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk sementara.
“Nah, kita hentikan dulu ke situ. Kita akan tata. Kita tata apakah dapur ini melayani sudah sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya malah kelebihan,” ucap dia.
| LIPSUS: Audit Dapur SPPG di NTT, Jual Beli Titik Program MBG, Dana Tersendat, SPPG di Malaka Tutup |
|
|---|
| LIPSUS: Ribuan PPPK Paruh Waktu di NTT Bingung , Sejak Januari 2026 Belum Terima Gaji, Pinjam Uang |
|
|---|
| LIPSUS: Harga Elpiji Terus Meroket , Stok di Penyalur Kosong, Stasiun Elpiji Beroperasi di Kupang |
|
|---|
| LIPSUS: Warga Heran NTT Tanpa LPG Subdisi, Harga LPG Nonsubsidi Sudah Tidak Wajar |
|
|---|
| LIPSUS: Sopir Truk Protes Pembatasan BBM, Gugat Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2023 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Dapur-MBG-Langga-Lero-Berjalan-Normal-Sehari-Layani-2000-an-Siswa.jpg)