Obituari
Obituari: Pater Bombon Telah Pergi
Pater Klaus lahir pada 6 Desember 1948 di Theley, Distrik Sankt Wendel, Negara Bagian Saarland, Jerman.
Oleh: John Mai
Mahasiswa Magister Filsafat UGM Yogyakarta, pernah tinggal bersama dengan Pater Klaus di Paroki Kewapante, Sikka
POS-KUPANG.COM - Kabar duka datang dari Jerman. Pada pukul 15.20 waktu Jerman atau 23.20 waktu Flores tanggal 22 Juli 2025, Pater Nikolaus Naumann, SVD — yang akrab disapa Pater Klaus—dipanggil pulang ke rumah Bapa.
Kepergiannya menyisakan duka mendalam, terutama bagi umat di Maumere dan seluruh Flores yang mengenalnya sebagai imam yang penuh kasih, pekerja keras, dan sahabat sejati bagi orang kecil.
Pastor Bombon
Di kalangan umat, beliau dikenal dengan penuh kasih sebagai "Pastor Bombon".
Julukan ini melekat karena kebiasaannya membawa permen di saku jubahnya, yang selalu ia berikan kepada anak-anak kecil, pasien rumah sakit, dan siapa pun yang ia temui.
Gaya kasihnya sederhana, tanpa banyak kata, tetapi sangat mengena dan membekas di hati banyak orang. Ia hadir tidak hanya sebagai imam, tetapi sebagai pribadi yang memberi kegembiraan kecil di tengah penderitaan.
Pater Klaus lahir pada 6 Desember 1948 di Theley, Distrik Sankt Wendel, Negara Bagian Saarland, Jerman.
Ia adalah anak sulung dari pasangan Josef dan Alwine Naumann, dengan dua adik, Herman dan Maria. Setelah menyelesaikan studi filsafat dan teologi di Sankt Augustin serta mengikrarkan kaul kekal, ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1974.
Setahun kemudian, ia tiba di Indonesia dan memulai karya misioner di Paroki Benteng Jawa, Keuskupan Ruteng.
Setelah mengalami sakit malaria berat, ia melanjutkan karyanya di Paroki Kewapante, Keuskupan Maumere. Ia menjabat sebagai pastor paroki dari 1995 hingga 2005, lalu tetap melayani sebagai imam purnabakti hingga akhir hayat.
Namun pelayanannya melampaui ruang altar dan mimbar: ia hadir dalam hidup umat—baik dalam sakramen maupun dalam bantuan konkret.
Dedikasinya dalam bidang sosial-karitatif tampak jelas saat menjabat sebagai Direktur CARINA (Caritas Indonesia) Keuskupan Maumere (2006–2016).
Ia dikenal sebagai penggerak truk bantuan kemanusiaan yang menjangkau pelosok desa, mengantarkan logistik pascabencana, obat-obatan, dan bahan makanan bagi yang membutuhkan.
Truk-truk itu bukan sekadar kendaraan, tapi simbol kasih yang bekerja dalam diam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pater-Nikolaus-Naumann.jpg)