Sumba Timur Terkini

Kementerian Kelautan dan Perikanan Budidaya Udang di Sumba Timur, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Pangan biru diketahui inisiatif KKP yang berfokus pada pemanfaatan dan optimalisasi sumber daya pangan dari sektor perairan.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono didampingi Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dan Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (3/6/2025) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun kawasan budidaya udang terintegrasi di Desa Palakahembi, Pandawai, Sumba Timur, NTT. Proyek ini bakal menyerap 2.671 orang tenaga kerja langsung.

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, menyebutkan budidaya udang ini merupakan bagian dari swasembada pangan. Terutama untuk memenuhi kebutuhan protein dari udang yang tinggi kandungan nutrisinya.

Ia mengatakan, sektor pangan masa depan akan bergerak ke pangan biru. Pangan biru diketahui inisiatif KKP yang berfokus pada pemanfaatan dan optimalisasi sumber daya pangan dari sektor perairan.

“Masa depan akan menuju ke pangan biru. Sekarang kita punya kekuatan yang sangat besar,” katanya di kawasan itu, Selasa (3/6/2025).

Ia menyebutkan memilih Sumba Timur sebagai lokasi budidaya udang tidak mudah. Lokasi ini sudah melalui proses observasi oleh para ahli dan mendapatkan pertimbangan off taker.

“Budidaya udang akan dilakukan secara terintegrasi, mengedepankan prinsip keberlanjutan dan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Ia juga meyakini bahwa proyek ini merupakan langkah strategis untuk mendorong iklim investasi di Sumba Timur.

“Kita bersyukur ada dukungan yang besar sekali. Kita sudah mulai, mudah-mudahan masyarakat bisa mendapatkan dampaknya ke depan. Proyek ini akan serap 2.671 lapangan kerja langsung,” katanya.

Baca juga: Umbu Lili Pekuwali Sambut Positif Rakor Keuangan Daerah NTT di Sumba Timur

Ekonomi Biru

Rencana ini merupakan bagian dari program “Ekonomi Biru untuk Indonesia Emas”. Proyek besar ini berada di lahan seluas 2.085 hektar, dengan luas lahan terbangun mencapai 1.361 hektar.

Berdasarkan papan informasi yang ada di lokasi, area produksi mencapai 448 hektare.

Dengan padat tebar 225 ekor/m2 dan survival rate 80 persen. Proyek ini ditargetkan dengan produktivitas 56,1 ton/ha/siklus dengan siklus tiga kali per tahun.

Sementara rencana bisnisnya, volume produksi udang ini mencapai 75.364 ton per tahun, nilai produksi mencapai Rp5,27 triliun dan biaya produksi sekitar Rp3,02 triliun per tahun.

NPV sebesar Rp11,34 triliun, IRR 30,14 persen, dan payback period selama 6,6 tahun.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved