Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik: Kasih sebagai Identitas Dasar Para Murid
Salib telah melahirkan keberanian, ketekunan, dan semangat pewartaan mereka. Inilah yang kita lihat dalam bacaan Kisah Para Rasul 14:21b–27.
Oleh: RD. Leo Mali
Rohaniwan dan Dosen Fakultas Filsafat Unwira Kupang
POS-KUPANG.COM - Sebelum meninggalkan para murid-Nya, Yesus berpesan kepada mereka untuk saling mengasihi sama seperti IA telah mengasihi mereka. (Yohanes 13:31–35)
“Kasihilah seorang akan yang lain, seperti Aku telah mengasihi kamu.”
Yohanes merumuskan perintah ini sebagai perintah baru. Perintah ini bukan hanya sebuah ajaran moral.
Melainkan lebih dari itu, perintah ini adalah sebuah penanda identitas dasar para murid sebagai pengikut Kristus.
“Semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
Pesan Yesus di atas adalah pesan terakhirNya. Yang IA wariskan kepada mereka adalah perintah yang sudah lebih dahulu IA tunjukkan secara konkret melalui salib.
Di salib, cinta tidak lagi menjadi wacana, tetapi menjadi tindakan penyelamatan. Cinta seperti inilah yang menjadi dasar historis dari identitas yang membentukkomunitas para murid.
Menurut catatan Kisah para Rasul, di Antiokhia pertama kali para murid disebut orang Kristen. (Kis. 11: 26).
Nama itu diberikan kepada mereka bukan karena kekuasaan, bukan karena kekayaan, bukan karena kehebatan serta pengetahuan teologis yang mereka dapat dari Kristus, melainkan karena oleh kasih Kristus sendiri mereka sanggup untuk saling mengasihi.
Kesaksian para murid lahir dari cinta Kristus yang telah terbukti melalui peristiwa salib.
Salib telah melahirkan keberanian, ketekunan, dan semangat pewartaan mereka. Inilah yang kita lihat dalam bacaan Kisah Para Rasul 14:21b–27.
Paulus dan Barnabas telah mengalami perubahan hidup yang radikal karena sukacita perjumpaan mereka dengan Kristus yang bangkit. Sukacita itu tidak mereka simpanuntuk diri mereka sendiri.
Tetapi mereka membagikannya kepada komunitas-komunitas baru yang sedang bertumbuh di tengah tantangan dan penganiayaan.
Hidup mereka menjadi kisah yang bercerita tentang perbuatan yang dikerjakan Tuhan.
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025: Lupa diri dan Hormat yang Sejati |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Baik dan Setia" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Setia dengan Perkara Kecil" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Optimis Dalam Hidup: Sukses Ada di Tanganmu" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.