Opini
Opini: Harkitnas dan Identitas Tenun Ikat NTT
Di masa sekarang, terputusnya generasi muda dari kain tradisional seperti Tenun Ikat NTT sangatlah memprihatinkan.
Tenun ikat NTT, dengan motif dan filosofi yang mendalam, merupakan cerminan dari kearifan lokal yang lahir dari proses kreatif dan spiritual masyarakat NTT.
Namun, di era globalisasi ini, tenun ikat NTT mulai tergerus oleh kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Anak-anak muda semakin jauh dari pengetahuan tentang proses pembuatan tenun ikat secara tradisional, sementara kain buatan mesin mengambil alih pasar dengan dalih efisiensi dan kemudahan.
Pertanyaan yang muncul adalah: bagaimana kita dapat menyelamatkan dan menghidupkan kembali warisan budaya ini di tengah tantangan yang semakin kompleks?
Revitalisasi tenun ikat NTT bukan sekadar upaya pelestarian, melainkan merupakan jalan untuk membangkitkan semangat kebangkitan nasional melalui pemberdayaan ekonomi dan pengembangan identitas budaya yang kuat.
Tahun 2025, yang merupakan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, menjadi waktu yang tepat untuk memulai langkah konkret dalam mengembalikan jati diri bangsa melalui tenun ikat NTT.
Ada beberapa saran dan solusi yang dapat dilakukan. Pertama, pendidikan multigenerasi.
Integrasikan kurikulum muatan lokal tentang tenun di sekolah, termasuk praktik menenun dan kunjungan ke sentra pengrajin.
Libatkan tetua adat sebagai mentor untuk mentransfer pengetahuan simbolisme motif kepada generasi muda.
Kedua, ekonomi kreatif berbasis komunitas. Kembangkan sosial enterprise yang memberdayakan perempuan perajin dengan sistem bagi hasil adil.
Contohnya, Koperasi Tenun Ikatan Kita di Kupang telah meningkatkan pendapatan 200 pengrajin melalui pemasaran digital.
Kolaborasi dengan desainer nasional/internasional untuk menginovasi motif tenun dalam produk fashion modern, tanpa mengorbankan teknik tradisional.
Ketiga, teknologi sebagai mitra, bukan musuh. Manfaatkan platform e-commerce dan media sosial untuk memperluas pasar.
Pelatihan digital marketing bagi pengrajin akan membuka akses ke konsumen global.
Gunakan teknologi untuk dokumentasi motif langka dan pembuatan desain digital, tetapi pastikan produksi tetap manual.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.