Breaking News

Opini

Opini: Harkitnas dan Identitas Tenun Ikat NTT

Di masa sekarang, terputusnya generasi muda dari kain tradisional seperti Tenun Ikat NTT sangatlah memprihatinkan. 

Editor: Dion DB Putra
DOK POS-KUPANG.COM
ILUSTRASI - Seorang ibu di Desa Manulando, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende sedang menenun. 

Sekolah jarang memasukkan sejarah dan pentingnya bahan-bahan ini ke dalam kurikulum, sehingga menyebabkan hilangnya pengetahuan budaya. 

Anak-anak di sekolah tidak lagi diajarkan teknik menenun tradisional. Generasi muda NTT lebih tertarik pada budaya global yang dianggap modern, sementara tenun dianggap kuno.

Di sisi lain, mesin-mesin pencetak kain bermotif "tenun NTT" diproduksi massal dengan harga murah. 

Meski efisien, produk ini merusak esensi tenun asli yang dibuat dengan tangan—proses yang memakan waktu berminggu-minggu, melibatkan doa, dan kebanggaan akan hasil akhir yang unik. 

Tenun buatan mesin kehilangan "roh" dan nilai historisnya, sekaligus menggerus penghargaan terhadap kerja keras para perajin.

Pertanyaan besarnya adalah mengapa tenun tangan lebih berharga dan bernilai? Ada beberapa alasan utama. 

Pertama, nilai filosofis dan spiritual. Tenun tangan adalah meditasi yang melambangkan kesabaran dan ketekunan. 

Setiap helai benang diikat dengan doa dan harapan, seperti keyakinan masyarakat Timor tentang "penunggu"  kain yang melindungi pemakainya.

Kedua, keunikan dan keberlanjutan. Tidak ada dua kain tenun tangan yang benar-benar sama. 

Kesalahan dalam mengikat benang justru menciptakan keindahan imperfek yang bernilai seni tinggi. 

Selain itu, penggunaan pewarna alam seperti mengkudu dan tarum mendukung kelestarian lingkungan.

Ketiga, penguatan identitas. Tenun adalah bahasa visual yang menjadi tanda pengenal suku dan status sosial. 

Kain buatan mesin menghilangkan makna simbolis ini, mengaburkan identitas kultural NTT.

Revitalisasi Tenun Ikat: Jalan Kebangkitan Nasional 2025

Di tengah arus perubahan zaman yang cepat dan dinamis, warisan budaya seperti tenun ikat NTT menjadi simbol penting yang tidak hanya merepresentasikan jati diri suatu daerah, melainkan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas nasional. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved