Rabu, 3 Juni 2026

Uskup Petrus Turang Wafat

Wartawan juga Butuh Doa

Perkenalanku dengan Petrus Turang bermula dari pengumuman penting di kota suci Vatikan 21 April 1997.

Tayang:
Penulis: Dion DB Putra | Editor: Alfons Nedabang
KOLASE POS-KUPANG.COM
DION DAN TURANG - Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion DB Putra dan Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang. Uskup Turang meninggal dunia pada Jumat (4/4/2025). 

Sebagai uskup koajutor, Mgr. Petrus Turang berhak menggantikan Uskup Agung Kupang Mgr. Gregorius Monteiro, SVD yang waktu itu telah memasuki usia pensiun. Kondisi kesehatan beliau pun tidak begitu bugar lagi.

Ketika Uskup Monteiro wafat 10 Oktober 1997, Mgr. Petrus Turang otomatis meneruskan kepemimpinan keuskupan yang wilayahnya meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, ALor, Rote Ndao dan Sabu Raijua ini.

Pascapengumuman Takhta Suci 21 April 1997, pekerjaan besar menanti hirarki gereja lokal dan seluruh umat KAK yaitu mempersiapkan acara penahbisan Uskup Petrus Turang.

Rapat menetapkan penahbisan tanggal 27 Juli 1997 di Kota Kupang. Firmus Wangge didaulat sebagai ketua panitia.

Suatu pagi yang cerah, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian Pos Kupang, Damyan Godho memanggil saya ke ruang kerjanya di kantor kami, Jl. Kenari No 1 Naikoten I Kupang.

“Dion, saya sudah masukkan kau di seksi Humas dan Publikasi Panitia Tahbisan Uskup Piet Turang. Kerja baik-baik,” kata Om Damyan Godho membuka percakapan.

“Iya Om,” jawab saya. 

“Sebagian besar masyarakat NTT sepertinya belum terlalu mengenal bapa uskup kita yang baru,” lanjut saya.

“Justru karena itu tugas kau untuk menulis sebanyak mungkin tentang beliau sehingga bisa dikenal umat Keuskupan Agung Kupang dan masyarakat NTT pada umumnya,” kata Om Damy.

Om Damy meminta saya segera bersua Firmus Wangge sebagai ketua panitia. Saya menganggukkan kepala.

Kurang lebih tiga bulan persiapan panitia, saya berintekasi cukup intens dengan Om Firmus dan semua anggota panitia yang lain seperti Alo Djong Joko, para tokoh umat termasuk Gubernur NTT saat itu, Herman Musakabe.

Atas penugasan dari Om Damy, semua informasi mengenai tahbisan itu selalu dipublikasikan Pos Kupang yang merupakan satu-satunya koran harian yang di Provinsi NTT saat itu.

Hampir saban hari selama sebulan penuh menjelang penahbisan, saya menulis mengenai tema tersebut.

Beberapa topik yang saya tulis secara serial antara lain, sejarah Keuskupan Agung Kupang dari gereja diaspora hingga menjadi keuskupan, sejarah Gereja Katedral Kupang, profil Uskup Gregorius Monteiro dan yang paling menantang adalah profil Uskup Petrus Turang.

Maklum sumber referensi mengenai Yang Mulia di sekretariat keuskupan pun tidak banyak.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved