Uskup Petrus Turang Wafat
Ratusan Umat Menghadiri Misa 40 Hari Mengenang Mgr. Petrus Turang
Misa yang dimulai tepat pada pukul 18.00 Wita ini berlangsung secara lancar meskipun sempat mengalami listrik yang padam selama beberapa menit.
Laporan POS-KUPANG.COM, Maria Selfiani Baki Wukak
POS-KUPANG. COM, KUPANG -- Ratusan umat yang berada di Kota Kupang dan sekitarnya menghadiri misa 40 hari mengenang wafatnya Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang.
Misa ini berlangsung di Gereja Katedral Paroki Kristus Raja Kupang, Rabu (14/5/2025).
Para umat menghadiri misa 40 hari mengenang wafatnya Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang.
Misa dihadiri para biarawan, biarawati, para imam yang berada di kursi bagian depan di sisi kiri dan kanan.
Misa ini dipimpin oleh Romo Jhon Rusae yang didampingi Romo Gerardus Duka dan beberapa imam lainnya.
Baca juga: Mgr. Petrus Turang Bukan Sekadar Tokoh Gereja, Tapi Juga Pejuang Kemanusiaan
Misa yang dimulai tepat pada pukul 18.00 Wita ini berlangsung secara lancar meskipun sempat mengalami listrik yang padam selama beberapa menit
Namun, misa tetap berjalan lancar sebagaimana mestinya hingga sampai selesai sertatidak terdapat kendala yang menganggu jalannya misa.
Misa ini juga di iringi lagu-lagu syukur yang dibawakan oleh paduan suara Orang Muda Katolik (OMK) Kuasi Paroki Santo Andreas Lasiana yang membuat misa menjadi semarak.
Romo Gerardus Duka dalam khotbahnya menyampaikan bahwa semasa hidupnya, Mgr Petrus menyerahkan seluruh hidupnya sepenuhnya untuk gereja dan umat.
"Bapa Uskup Petrus Turang telah dipanggil dan dipilih bukan karena prestasi-prestasi dunia tetapi sebab Tuhan mempercayakan tugas kegembalaannya di Keuskupan Agung Kupang ini, " ujar Romo Dus Duka mengenang kegembalaan Mgr. Petrus Turang.
Bahkan Romo Dus juga menceritakan saat Uskup Turang semasa hidup saat mengambil keputusan selalu diawali dengan doa Rosario.
Mantan Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang itu dalam khotbahnya agar melanjutkan jejak kasih yang sudah diwariskan Uskup Petrus Turang semasa hidupnya dan kenangan hidupnya tidak hanya menjadi nostalgia atau romantisme tetapi menjadi dorongan untuk sungguh menjadi murid Kristus. (ria)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.