Opini

Opini: Bupati Sial, Antara Emas dan Bara Api

Tentu pengakuan jujur nan tulus dari Bupati Ande  lahir dari kedalaman nubarinya. Sebab beliau tahu seperti apa beban yang sedang dipikulnya. 

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO
BUPATI DAN WAKIL BUPATI MATIM - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur , Andreas Agas (kanan) dan Tarsisius Syukur. 

Tentu pengakuan jujur nan tulus dari Bupati Ande  lahir dari kedalaman nubarinya. Sebab beliau tahu seperti apa beban yang sedang dipikulnya. 

Seperti apa realitas kekinian berhadapan dengan kebijakan pemerintah pusat saat ini. Di mana sejumlah anggaran ditiadakan dan diminta untuk efisien.  

Fakta  ini  perlu disampaikan agar publik tahu. Tidak sekadar tahu tapi paham agar kemudian tidak salah kaprah. Agar tudingan sepihak tidak menjadi kebenaran umum.

Namun apa yang sedang menderah  batin kita itu bukanlah halangan yang bikin  hambat harapan. Bukan  celoteh  yang menyulut dahi bekerut. Bukan jalan buntu  menyudutkan.  

Bukan purnama yang terhalang awan. Melainkan jalan  bijak untuk menerobos  pijar-pijar kegiatan yang lebih berpihak.  Meski disadari tidak enteng dijinjing. Tidak ringan dijinakkan.  

Tetapi sebagaimana  bendera sudah dikibarkan dituntut harus berjuang.  Dan Mekas Ande bersama  Mekas Tarsi sudah nyatakan sedari awal. Agar cita-cita Manggarai Timur makkur, sejahtera, berbudaya,  dan berkelanjutan benar-benar dinyatakan selama mereka “mendayung perahu” Manggarai Timur.

Di hari- hari  ke depan, Bupati Ande dan Wakil Bupati, Tarsi Sjukur, harus putar otak. 

Bangun komunikasi dengan pemerintah pusat seraya mencari celah agar “mana”  yang masih jauh di Jakarta sana bisa mendarat di pelataran tanah pusaka Manggarai Timur.

Demikian Wakil Bupati Matim, Tarsi Sjukur, berbekal  segudang pengalaman berakrab raga dengan  sahabat di Belanda sana bisa “diberdayakan” lagi. 

Bukan bermaksud “mengemis” tetapi  upaya moral untuk  mengamalkan pelayanan bagi warga sesuai peran jabatannya. 

Jika sebelumnya dapat mendatangkan  sarana untuk warga, saya kira  jabatan yang ada sekarang,  lebih  leluasa  mendatangkan “bejana  bejana” berharga untuk masyarakatnya. 

Tentu ini sudah ada dalam isi kepala Wakil Bupati Matim, Tarsi Sjukur. Tinggal momentumnya saja. 

Tinggal aktualisasikan dalam  format terolah  agar mata batin mereka di sana   terkoyak, tersentuh, tergerak untuk turut  membantu.  Saya yakin Wakil Bupati Matim cukup mahir  merakit  kembali kasih yang pernah terjalin itu.  

Komitmen mekas berdua berpayung Mama Seber adalah proklamasi amal pelayanan.  Bait-bait kasih yang bakal jahit selama mengabdi.  “Nenggo” cinta yang selalu mengikat. Bergaung dalam  degup  pelayanannya. 

Namun sebagaimana diakui Bupati Ande,  tidak bisa semata-mata mengandalkan mereka berdua. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved