Opini
Opini: Bupati Sial, Antara Emas dan Bara Api
Tentu pengakuan jujur nan tulus dari Bupati Ande lahir dari kedalaman nubarinya. Sebab beliau tahu seperti apa beban yang sedang dipikulnya.
Tentu pengakuan jujur nan tulus dari Bupati Ande lahir dari kedalaman nubarinya. Sebab beliau tahu seperti apa beban yang sedang dipikulnya.
Seperti apa realitas kekinian berhadapan dengan kebijakan pemerintah pusat saat ini. Di mana sejumlah anggaran ditiadakan dan diminta untuk efisien.
Fakta ini perlu disampaikan agar publik tahu. Tidak sekadar tahu tapi paham agar kemudian tidak salah kaprah. Agar tudingan sepihak tidak menjadi kebenaran umum.
Namun apa yang sedang menderah batin kita itu bukanlah halangan yang bikin hambat harapan. Bukan celoteh yang menyulut dahi bekerut. Bukan jalan buntu menyudutkan.
Bukan purnama yang terhalang awan. Melainkan jalan bijak untuk menerobos pijar-pijar kegiatan yang lebih berpihak. Meski disadari tidak enteng dijinjing. Tidak ringan dijinakkan.
Tetapi sebagaimana bendera sudah dikibarkan dituntut harus berjuang. Dan Mekas Ande bersama Mekas Tarsi sudah nyatakan sedari awal. Agar cita-cita Manggarai Timur makkur, sejahtera, berbudaya, dan berkelanjutan benar-benar dinyatakan selama mereka “mendayung perahu” Manggarai Timur.
Di hari- hari ke depan, Bupati Ande dan Wakil Bupati, Tarsi Sjukur, harus putar otak.
Bangun komunikasi dengan pemerintah pusat seraya mencari celah agar “mana” yang masih jauh di Jakarta sana bisa mendarat di pelataran tanah pusaka Manggarai Timur.
Demikian Wakil Bupati Matim, Tarsi Sjukur, berbekal segudang pengalaman berakrab raga dengan sahabat di Belanda sana bisa “diberdayakan” lagi.
Bukan bermaksud “mengemis” tetapi upaya moral untuk mengamalkan pelayanan bagi warga sesuai peran jabatannya.
Jika sebelumnya dapat mendatangkan sarana untuk warga, saya kira jabatan yang ada sekarang, lebih leluasa mendatangkan “bejana bejana” berharga untuk masyarakatnya.
Tentu ini sudah ada dalam isi kepala Wakil Bupati Matim, Tarsi Sjukur. Tinggal momentumnya saja.
Tinggal aktualisasikan dalam format terolah agar mata batin mereka di sana terkoyak, tersentuh, tergerak untuk turut membantu. Saya yakin Wakil Bupati Matim cukup mahir merakit kembali kasih yang pernah terjalin itu.
Komitmen mekas berdua berpayung Mama Seber adalah proklamasi amal pelayanan. Bait-bait kasih yang bakal jahit selama mengabdi. “Nenggo” cinta yang selalu mengikat. Bergaung dalam degup pelayanannya.
Namun sebagaimana diakui Bupati Ande, tidak bisa semata-mata mengandalkan mereka berdua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bakal-Calon-Bupati-dan-Bakal-Calon-Wakil-Bupati-Manggarai-Timur.jpg)