Selasa, 5 Mei 2026

Opini

Opini - Ujian Nasional Versus AKM: Apakah Kita Perlu Kembali ke UN?

Sejak tahun 2021, Asesmen Kompetensi Minimum ( AKM ) resmi diberlakukan di Indonesia untuk mengganti sistem Ujian Nasional (UN).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Dosen Universitas Timor (Unimor), Lidwina Felisima Tae. 

Jika revolusi industri sebelumnya membutuhkan individu yang terampil bekerja di kantor/pabrik dalam durasi waktu tertentu, wajib datang ke kantor, dan mampu mengingat dan mengaplikasikan cara mengoperasikan mesin, maka revolusi industri 5.0 membutuhkan angkatan kerja yang kreatif dan inovatif tanpa dihambat oleh ruang, jarak ataupun waktu.

Jadi, sistem asesmen UN yang menitikberatkan pada kemampuan mengingat kembali pengetahuan sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan zaman.

Kedua, mengaitkan UN sebagai alat yang bisa memberikan pressure kepada siswa tentu tidaklah bijak. UN bukan bertujuan untuk memberikan efek tekanan psikologis.

Jika kita masih berpikiran seperti ini, maka kita masih belum bisa mencapai level tertinggi pembelajaran, dimana seseorang belajar karena ingin mencari tahu dan menemukan makna yang kemudian menjadi akar perkembangan autonomous learning.

Autonoumus learning ini bisa terjadi ketika seseorang mendapatkan sebagian besar motivasi belajar dari dalam diri (motivasi intrinsik) bukan dorongan dari luar (motivasi ekstrinsik), seperti misalnya tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi atau sekadar lulus pada saat UN.

Pada akhinya, saya pikir kita perlu kembali merefleksikan soul dari kurikulum Merdeka Belajar yang menggunakan filosofi pendekatan humanistik.

Pendekatan  ini menempatkan manusia sebagai pusat pembelajaran, dimana manusia memiliki kebebasan untuk mengeksplor potensi diri semaksimal mungkin melalui pengalaman belajarnya.

Keberadaan AKM tidak hanya memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri, tetapi juga dapat mendorong guru untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran dan menjadikan asesmen sebagai sarana untuk perbaikan proses belajar (asessment for learning). (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved