Beranda Kita
Beranda Kita: Wakil Tuhan Tergiur Uang
Hakim malah berpendapat lain yakni membebaskan Ronald Tannur dari jeratan hukum. Hakim berlindung di balik kebebasan dan keyakinan mereka sendiri.
Semua pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Tak elok memberi ruang kepada mereka yang merasa punya uang berlimpah bahwa uangnya bisa membeli apa saja termasuk keadilan di negeri ini. Kasih uang habis perkara.
Perkara Ronald Tannur mesti menjadi momentum untuk membersihkan oknum-oknum hakim yang mempermainkan keadilan sesuka hati. Juga aparat penegak hukum lainnya yang bertindak sewenang-wenang.
Kita yakin masih banyak hakim yang punya integritas tinggi di negeri ini. Mereka bekerja secara profesional. Mereka tidak tergiur godaan uang, kuasa atau kepentingan sesaat lainnya.
Hakim bersih dan berintegritas baik kita beri tempat yang layak. Sedangkan hakim yang buta hati tak patut menyidangkan perkara karena cenderung bertindak tidak adil.
Kiranya kapan dan di manapun hakim yang kerap disapa sebagai wakil Tuhan di bumi, yang menentukan benar dan salah perbuatan manusia, harus sungguh-sungguh bertindak adil. Hakim yang tidak mudah tergiur godaan duniawi seperti uang dan kuasa. Semoga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/beranda-kita_20180726_232321.jpg)