Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif Undana Talk - Gewang dan Porang Sebagai Superfood Lokal NTT
Undana melalui penelitian dan juga pengabdian untuk kesejahteraan NTT jadi Undana ini harus berdampak di masyarakat.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Ryan Nong
Demikian juga gewang bisa tumbuh di mana-mana di NTT ini dan banyak sekali. Intinya bahwa mimpi dari lembaga penelitian adalah basis keunggulan lokal sehingga bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, kesejahteraan masyarakat.
Tema kita adalah tentang Superfood. Sebetulnya apa itu Superfood? Dalam konteks apa?
Prof. Heri : Jadi kita kenal sekarang untuk banyak makanan yang sudah digunakan istilah super, super mie, super food, jadi ini untuk memberi apresiasi tentang kekayaan yang kita punya dan keunggulan-keunggulannya.
Porang yang kita punya ini sudah lama hidup dan dulu dianggap sebagai tanaman yang menyebabkan masalah atau dikatakan sebagai gulma, ada juga menimbulkan iritasi, gatal dan sering dihindari, tapi ternyata tidak.
Dia punya potensi pangan yang tadi sudah diceritakan oleh bapak kepala bahwa mahal harganya hanya ada masalah di situ, gatal.
Nah bagaimana gatal itu kita buang sehingga mahalnya itu kita dapat. Kita lihat, ternyata orang tua tempo dulu sudah coba untuk menghilangkan gatal. Gatal itu kalau orang yang belajar dia bilang itu dari kalsium oksalat. Bisa menyebabkan gatal, kalau kena di mulut bisa iritasi dan bisa juga menyebabkan batu ginjal kalau tertinggal di sistem urinnya.
Nah ini yang kita coba hilangkan. Sebenarnya orang tua dulu sudah coba dan cukup sederhana. Apakah yang orang tua buat dulu itu benar atau tidak dan seperti apa. Kita telusuri, dulu mereka buat di Timor ini pakai daun asam. Mereka potong-potong porang, mereka tindih dengan daun asam dan kemudian jemur.
Dari situ kita telusuri, apa pengaruhnya. Ternyata secara ilmu ada hubungan dengan asam yang dikandung oleh daun asam itu sendiri. Jadi asam-asam organik itu dapat melarutkan kalsium oksalat itu sehingga di dalam itu menjadi keluar dari jaringan-jaringan dan setelah dicuci bisa hilang gatalnya.
Pada saat bersamaan, sebenarnya bahan yang dibutuhkan di perdagangan itu glukomanan namanya dan tepung yang dijual itu disebut konjac. Kalau glukomanan semakin tinggi itu harga konjacnya semakin mahal karena bermutu semakin tinggi. Mirip kayak emas ada 24 karat dan lain-lain, sederhananya seperti itu.
Ternyata pada saat kalsium oksalatnya dibuang, dengan sendirinya glukomanan meningkat. Setelah kita cek, luar biasa bertambah, jadi kemurniannya semakin tinggi. Sudah tentu kontribusi pada harga.
Itu teknologi yang sebenarnya sudah digunakan oleh orang tua kita tempo dulu. Sederhana, tapi kita perlu perbaiki sedikit karena tempo dulu mereka hanya pakai daun utuh, itu waktunya lama dan kurang efektif. Sekarang kita coba bantu dengan membuat menjadi jus, cairan.
Dengan demikian bisa direndam dan imbibisi atau masuknya cairan ini lebih cepat ke dalam jaringan dari umbi. Dengan demikian bisa ditarik keluar kalsium oksalat yang berubah menjadi asam oksalat itu.
Penelitian terhadap porang dan gewang ini apakah dibuat bersamaan atau tersendiri?
Prof. Heri : Gewang ceritanya lain karena kalau porang ini sebenarnya manfaatnya luar biasa sebagai pangan sehat karena porang ini orang Jepang paling suka untuk makanan mereka juga untuk diet. Makan kenyang tapi tidak gemuk.
Gewang ini tanaman yang sangat luar biasa, dia tahan terhadap kekeringan dan tahan juga terhadap genangan air jadi mau kering mau banjir, ada kubangan dan lain-lain dia tetap bertahan hidup.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.