Pilgub DKI Jakarta

Komarudin Watubun: Jika Anies Ingin Maju, Harus Siap Jadi Kader PDIP

PDIP Perjuangan rupanya memasang syarat yang tegas apabila Anies Baswedan ingin maju di Pilgub DKI Jakarta. Syaratnya, Anies harus siap jadi kader.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
JADI KADER – Jika Anies Baswedan ingin maju di Pilgub DKI Jakarta dan diusung oleh PDI Perjuangan, maka harus siap jadi kader partai banteng moncong putih. 

 “Jadi Anies malah tokoh yang "terbuang" bisa dibesarkan oleh PDIP ini kesempatannya, nasib Anies tak lebih baik dari Ahok di Pilkada 2017 jika bukan isu identitas dan Ahok "keseleo lidah", diyakini Anies juga belum tentu menang di Pilkada, hasil karyanya juga tak memukau di DKI Jakarta malah pro dan kontra,” jelas dia.

Dia mengatakan, hal tersebut dinilai bagus jika PDIP mendidik Anies.

 Anies dikaderkan, PDIP "mensekolahkan" agar menjadi politisi lebih baik.

Anies tak lebih mentereng dari Ahok, dan karakternya bisa dibina karena dia bertipikal akademisi bukan mental pengusaha berbicara untung-rugi.

“Terpilih saja di DKI Jakarta Anies sudah untung bukti lainnya di konvensi Demokrat pada 2014 lalu ia dikalahkan di konvensi partai Demokrat oleh Dahlan Iskan, di Pilpres 2024 lalu,” jelas dia.

Dia menuturkan, jadi figur Anies sepertinya tidak akan angkuh, karena kesuksesan Anies acap keberuntungan saja.

Ia buktinya menurut saja disetir oleh Nasdem dengan dipasangkan oleh Muhaimin Iskandar tanpa bisa mengambil keputusan berani berpasangan dengan AHY.

“Di DKI Jakarta saja Anies tak berani menghadapi PDIP yang oposisi, selalu saat itu yang hadapi DPRD adalah Ariza wakil gubernurnya.

Baca juga: Hasto Kristiyanto: Makin Terang Upaya Halang-halangi Anies Baswedan Maju Pilgub DKI Jakarta

Baca juga: Anies Baswedan Kini Mulai Ditinggalkan, Sahrin Hamid: Kita Hormati Keputusan Surya Paloh

 Jadi melihat rekam jejak Anies yang lemah, butuh dukungan partai politik, ini kesempatan PDIP mengajak Anies, sekaligus menjelaskan bahwa Anies tanpa PDIP bukan apa-apa di Pilkada sejak saat ini,” ungkapnya.

“Ini untuk membuka kesadaran Anies agar tidak jumawa. Sebab keputusan MK menguntungkan PDIP bukan Anies, Anies tanpa PDIP bukan siapa-siapa, ini kesempatan PDIP mengajukan calon pasangan sendiri gubernur dan wakil gubernur jika Anies "dijaketkan" PDIP maka wakilnya bisa Edy Prasetio, Eriko Sotarduga, atau Masinton Pasaribu,” ungkapnya.

Efriza menyebut, bahwa hal tersebut merupakan kesempatan emas bagi Anies, sebenarnya bukan PDIP, jika Anies mau ambil momentum menjadi tokoh demokrasi, dan menjadi tokoh demokrasi pilihan Anies hanya di PDIP. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved