Pilgub DKI Jakarta
Komarudin Watubun: Jika Anies Ingin Maju, Harus Siap Jadi Kader PDIP
PDIP Perjuangan rupanya memasang syarat yang tegas apabila Anies Baswedan ingin maju di Pilgub DKI Jakarta. Syaratnya, Anies harus siap jadi kader.
POS-KUPANG.COM – PDIP Perjuangan rupanya memasang syarat yang tegas apabila Anies Baswedan ingin maju di Pilgub DKI Jakarta. Syaratnya, adalah Anies harus siap jadi kader partai.
Hal itu disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun, menanggapi wacana tentang peluang Anies Baswedan uuntuk diusung PDI Perjuangan dalam pesta politik lima tahunan tersebut.
Untuk diketahui, peluang Anies Baswedan maju Pilkada Jakarta setelah putusan Mahkamah Konstitusi 60/PUU-XXII/2024 yang melonggarkan ambang batas pencalonan kepala daerah.
Menurut Pengamat politik Citra Institute Efriza mengatakan rekam jejak PDIP jika mengusung sosok non-partai, maka harus menjadi kadernya terlebih dahulu. Preseden tersebut terjadi pada Pilkada 2017 silam
Contoh tentang itu, adalah yang dialami Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok. Sekarang Ahok sudah menjadi kader PDIP dan punya peluang untuk diusung dalam momen Pilgub DKI Jakarta 2024.
“Hanya saja tawaran PDIP itu harus direspons Anies, sebab PDIP sudah membuka diri. Semestinya Anies demi harga diri, setelah AMAN gagal, PKS juga menghina berkali-kali atas Anies, juga pernyataan Anies akan mempertimbangkan menjadi kader partai politik maka Anies sebaiknya bergabung dengan PDIP.”
Pernyataan Efriza ini dilansir Pos-Kupan.Com dari Wartakotalive.com, Rabu 21 Agustus 2024.
Efriza mengatakan bahwa, Anies dan PDIP akan menjadi kekuatan besar sebagai oposisi. “Sejatinya Anies juga ideologinya nasionalisme bukan Islam, ketimbang Anies dinarasikan Islam Kanan, Islam garis kanan, direpresentasikan seolah kader PKS tapi dilecehkan mending bersama PDIP,” ungkapnya.
Efriza kembali menegaskan bahwa peluang Anies untuk maju di Pilpres 2029 lebih besar, ketimbang saat ini Anies memilih untuk menjadi "pengangguran politik".
“Ini kesempatan besar Anies membawa perubahan, menjadi tokoh penyelamat demokrasi, sedangkan PDIP memang acap dipresentasikan sebagai partai politik penyelamat demokrasi dan konstitusi kelindan ini sudah benar,” ungkapnya.
Menurutnya, bergabungnya Anies ke PDIP merupakan kesempatan besar membangun personal brandingnya menjadi lebih luas dengan cita rasa nasionalis dan tokoh demokrasi bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Berangkat dari pengalaman masa lalu, Efriza mengatakan PDIP tidak akan trauma, sebab pengalaman Ahok tidak buruk.
“Lagipula, partai politik, datang dan pergi kader, kader berkhianat, hal biasa dialami PDIP pengalaman lalu banyak seperti Roy BB Janis, Laksamana Sukardi, dan sebagainya. Bahkan, tokoh yang mengkhianati PDIP tidak akan besar, kalau Jokowi kebetulan saja pengkhianatannya menjelang akhir periode kepemimpinannya,” jelas dia.
Efriza mengatakan, Anies juga tidak sebesar Jokowi dari segi ketokohannya dan kinerjanya.
Anies juga belum menjadi figur politik yang dicintai seluruh rakyat, ia masih menjadi figur pro dan kontra, bahkan dia tak mungkin hebat seperti Jokowi buktinya Anies gagal di capres padahal dari latar gubernur mirip seperti Jokowi.
KIM Plus Solid Dukung Ridwan Kamil, AHY: Saya Sungguh Merasakan Masih Solid |
![]() |
---|
Muhammad Qodari Berharap PDIP Tak Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta |
![]() |
---|
Anies Baswedan Sebut Demokrasi Indonesia Kini Ada di Persimpangan |
![]() |
---|
Sekjen PDIP Bicarakan Syarat Ini Jika Anies Baswedan Mau Diusung ke Pilkada Jakarta |
![]() |
---|
Megawati Belum Mau Dukung Anies Baswedan: Kemarin Itu Dia di Mana? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.