Pilgub DKI Jakarta

Anies Baswedan Sebut Demokrasi Indonesia Kini Ada di Persimpangan

Anies Baswedan bicara fakta menggelikan tentang demokrasi di Indonesia saat ini. Ia menyebutkan demokrasi kita saat ini ada di persimpangan jalan.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
PERSIMPANGAN JALAN – Anies Baswedan melontarkan kritikan menggelikan tentang demokrasi di Indonesia. Bahwa demokrasi di negara ini sedang berada di persimpangan jalan. 

POS-KUPANG.COM – Anies Baswedan mengungkapkan fakta menggelikan tentang praktik demokrasi yang ada di Indonesia sekarang ini. Ia menyebutkan bahwa demokrasi Indonesia, kini sedang berada di persimpangan jalan. Pasalnya, ada segelintir orang yang sedang berusaha untuk mengatur-atur pilihan masyarakat.

“Jadi hari-hari ini kita ada di persimpangan jalan, karena yang disebut sebagai demokrasi itu di mana rakyat bisa menentukan pilihannya," ucapnya. 

"Tapi di hari ini, ada sekelompok orang yang mengatur-atur pilihan untuk rakyat, sehingga rakyat tak diberikan kesempatan (untuk memilih sesuai yang diinginkan),” ungkap Anies.

Mantan Gubernur DKI Jakarta mengatakan hal itu ketika hadir dalam acara doa bersama di Kampung Muka, Balokan dan Kunir, Jakarta Utara, Rabu 21 Agustus 2024 malam.

Doa bersama itu untuk satu tujuan yakni mendoakan agar demokrasi Indonesia menjadi lebih baik.

“Insya Allah kitab isa kembalikan demokrasi kita menjadi terang lagi, dan pesan-pesan yang yang lihat di spanduk itu ada yang kawal terus demokrasi demi NKRI, satukan suara demi anak cucu kita,” ujar Anies.

Dikatakannya, proses demokrasi berarti memberikan kebebasan bagi rakyat untuk memilih, dan yang sudah terpilih menjalankan apa yang menjadi kepentingan rakyat.

Anies juga mengapresiasi warga kampung yang tak tinggal diam, jika ada pihak-pihak yang mengganggu kedaulatan rakyat.

Anies menyebut bangsa ini berhadapan dengan sekelompok pihak yang mengatur sedemikian rupa, agar rakyat tak memiliki kesempatan memilih calon pemimpin yang diinginkan.

“Jadi hari-hari ini kita ada di persimpangan jalan, karena yang disebut sebagai demokrasi itu di mana rakyat bisa menentukan pilihannya," ucapnya. 

"Hari ini ada sekelompok orang yang mengatur pilihan untuk rakyat, sehingga rakyat tak diberikan kesempatan (untuk memilih sesuai yang diinginkan),” ungkap Anies.

Baca juga: Sekjen PDIP Bicarakan Syarat Ini Jika Anies Baswedan Mau Diusung ke Pilkada Jakarta

Baca juga: Megawati Belum Mau Dukung Anies Baswedan: Kemarin Itu Dia di Mana?

“Hal itu artinya demokrasi tidak berjalan dengan seharusnya, ini (doa bersama) pesan insya Allah akan bergaung ke seluruh Jakarta dan Indonesia," tegasnya. 

"Mari kembalikan demokrasi kita yang sesungguhnya, biarkan rakyat yang menentukan arah, bukan ditentukan sekelompok apalagi satu dua orang yang menentukan,” imbuhnya.

Anies juga mengajak warga kampung melalui ikhtiar doanya ini dapat dilancarkan dalam perjuangan untuk mengembalikan demokrasi menjadi yang lebih baik.

“Mari berjuang bersama, mari ikhtiarkan sama-sama, ibu bapak disini memulai dengan doa,  Insya Allah ada yang dengan doa, lisan bahkan langsung ikut dalam perjuangan di lapangan, semoga itu dicatat sebagai amal soleh untuk kita semua,” ungkapnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved