Pilgub DKI Jakarta

Tak Ingin Kongsi Politiknya Pecah, Koalisi Indonesia Maju Pastikan RK Maju di Jakarta

Lantaran tak ingin kongsi politiknya pecah dalam Pilgub DKI Jakarta, parpol yang bersinerji dalam Koalisi Indonesia Maju, kini merapatkan barisan.

Editor: Frans Krowin
INSTAGRAM PARTAI GOLKAR
TAK INGIN – Tak ingin kongsi politiknya pecah, Koalisi Indonesia Maju kini pastikan bahwa Ridwan Kamil bakal diusung untuk Pilgub DKI Jakarta 2024. 

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritona mengatakan, elektabilitas Ridwan Kamil memang mendukung untuk maju di Pilkada Jakarta.

Namun, Jamiluddin menilai, Ridwan Kamil harus tetap berjuang keras lagi untuk meningkatkan elektabilitasnya itu, agar mampu bersaing dengan Anies.

Apalagi warga Jakarta sulit untuk didekati karena mereka adalah pemilih yang rasional.

"Meskipun harus diakui, elektabilitas Ridwan Kamil masih jauh di bawah Anies Baswedan. Karena itu, Ridwan Kamil harus "berdarah-darah" untuk meningkatkan elektabilitasnya agar bisa bersaing dengan Anies," ungkap Jamil.

Di sisi lain, Jamiluddin berpendapat bahwa Ridwan Kamil terkesan dikorbankan untuk melawan Anies di Jakarta, setelah Golkar mengumumkan mendukung kader Gerindra Dedi Mulyadi di Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2024.

Padahal, elektabilitas Ridwan Kamil di Jabar tinggi, tapi kini dia harus meninggalkan modal politiknya itu demi bersaing dengan Anies di Jakarta.

Sehingga, Ridwan Kamil harus memulai dari awal lagi untuk bertarung di Pilkada Jakarta.

Baca juga: PDIP Belum Temukan Figur Potensial untuk Jakarta, Hasto: Kita Punya Strategi

Baca juga: Anies Baswedan Akui Sering Bicara Sama Ahok Tapi Bukan Soal Politik

"Semua itu terjadi karena ego elite Golkar yang rela mengorbankan kadernya untuk mengusung kader lain yang elektabilitasnya jauh di bawahnya," ucap dia.

Bagi Jamiluddin, pengusungan Dedi Mulyadi di Pilkada Jabar oleh Golkar ini aneh.

Pasalnya, mereka mengusung sosok yang sebelumnya membelot dari partai Golkar.

Sebagaimana dietahui, Dedi Mulyadi sebelumnya merupakan kader Partai Golkar, sebelum akhirnya bergabung dengan Gerindra. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved