Pilgub DKI Jakarta
PDIP Belum Temukan Figur Potensial untuk Jakarta, Hasto: Kita Punya Strategi
Sampai saat ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP belum menentukan siapa figur yang akan diusung dalam Pilgub DKI Jakarta tahun 2024.
POS-KUPANG.COM – Sampai saat ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP belum menentukan siapa figur yang akan diusung dalam Pilgub DKI Jakarta tahun 2024 ini. Meski demikian, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini terus mempelajari situasi politik yang terjadi di masyarakat.
Meski sebagian publik menilai bahwa PDIP bingung memilih figur yang punya nilai jual tinggi untuk diusung dalam Pilkada Serentak 2024 tersebut, tetapi partai yang diawaki para politisi kawakan itu terus berusaha mendongkrak sosok yang dinilai bisa pimpin Jakarta 5 tahun ke depan.
Bahwa belakangan ini, elektabilitas Anies Baswedan disebut-sebut kian menanjak sehingga belum ada sosok yang dinilai bisa menandingi figur yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai NasDem, tapi partai lainnya pun membantah hal tersebut.
Bahkan beberapa partai politik yang bersinergi dalam Koalisi Indonesia Maju atau KIM, kini melepas kabar bahwa sosok yang akan diusung nanti bakal melawan kotak kosong.
Atas isu tersebut, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan bahwa dalam pemilihan gubernur (pilgub) di Pilkada Serentak 2024, tidak ada kotak kosong.
Menurut Hasto, PDIP saat ini terus berkomunikasi dengan partai politik lainnya untuk membangun kerja sama politik.
Hal itu disampaikan Hasto menjawab soal Golkar dan Gerindra bakal mendukung Deddy Mulyadi di Jawa Barat dan muncul kembali wacana Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus di Jakarta.
“PDIP terus membangun komunikasi politik dengan partai-partai, sehingga nantinya di Jakarta tidak akan ada kotak kosong,” ucap Hasto usai hadiri acara wayangan dengan lakon ‘Sumatri Ngenger’ di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu 3 Agustus 2024 malam.
Hasto mengingatkan, bahwa suara rakyat harus dicerminkan di dalam kontestasi yang sehat.
Apalagi kata dia, Jakarta yang memiliki peran yang penting dan strategis sebagai simbol peradaban di Indonesia.
“Kesemrawutan Jakarta juga mencerminkan bagaimana semrawutnya persoalan-persoalan di bidang hukum misalnya, maka Jakarta harus menyajikan suatu kontestasi kepemimpinan yang baik,” tuturnya.
Selanjutnya saat ditanya soal wacana Ridwan Kamil alias RK, yang bakal dimajukan pada Pilgub Jakarta oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM), Ia sangat menghargai jika nantinya Eks Gubernur Jawa Barat itu benar maju.
Namun, Hasto mengingatkan bahwa PDIP juga memiliki mitra strategis, yang akan merubah konstelasi politik di Jakarta.
“Proses komunikasi terus-menerus dilakukan, ketika ada pihak-pihak yang bukan karena dukungan rakyat kemudian oleh kekuasaan mencoba untuk menghadirkan calon tunggal di Jakarta, tentu itu tidak sehat bagi demokrasi,” tegasnya.
Selanjutnya ditanya juga terkait kotak kosong di Jakarta, Hasto memastikan bahwa hal itu juga tidak akan terjadi di Sumatra Utara dan Jawa Timur.
KIM Plus Solid Dukung Ridwan Kamil, AHY: Saya Sungguh Merasakan Masih Solid |
![]() |
---|
Muhammad Qodari Berharap PDIP Tak Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta |
![]() |
---|
Anies Baswedan Sebut Demokrasi Indonesia Kini Ada di Persimpangan |
![]() |
---|
Sekjen PDIP Bicarakan Syarat Ini Jika Anies Baswedan Mau Diusung ke Pilkada Jakarta |
![]() |
---|
Megawati Belum Mau Dukung Anies Baswedan: Kemarin Itu Dia di Mana? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.