Liputan Khusus

Lipsus - Netizen Colek Akun Jokowi, Persoalkan Rekrutmen Catar Akpol Polda NTT

Diduga ada kolusi dalam proses seleksi dan hasil seleksi taruna-taruni Akpol 2024 Polda NTT

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-
Sebanyak 11 orang calon Taruna Akpol asal Polda NTT yang dinyatakan lulus seleksi. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait rekrumen calon taruna (Catar) Akademi Kepolisian ( Akpol)  2024 di Polda NTT. Bahkan netizen me-mention akun Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

Diduga ada kolusi dalam proses seleksi dan hasil seleksi taruna-taruni Akpol 2024 Polda NTT. Oleh karena itu, Ombudsman NTT telah dugaan tersebut ke Irwasda Polda NTT untuk ditindaklanjuti.

Seperti diketahui, pada Rabu (3/7) Polda NTT telah menggelar sidang akhir untuk menentukan kelulusan calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol), dalam Panitia Daerah (Panda) Polda NTT untuk tahun ajaran 2024.

Baca juga: Lipsus - Polri Sumbang Atlet Buat NTT Berlaga di PON Aceh-Sumut 2024

Sidang di aula Rupatama lantai III Polda NTT tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A., didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., Irwasda, Kombes Pol I Made Sunarta, M.H. dan Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Satrya Yusada, S.I.K., M.Si.

Sidang kelulusan ini turut dihadiri oleh para orangtua calon taruna Akpol, peserta seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta para ketua tim seleksi.

Kabag Dalpers Biro SDM Polda NTT, AKBP Sajimin, menjelaskan seleksi ini diikuti oleh 86 peserta.

“Seleksi ini diikuti 86 peserta, terdiri dari 70 pria dan enam wanita. Setelah berbagai tahapan seleksi yang dimulai dari pemeriksaan administrasi, hingga supervisi dari Mabes Polri, hanya 20 peserta yang berhasil melanjutkan ke tahap akhir, dengan rincian 17 pria dan 3 wanita,” ujarnya.

Mabes Polri memberikan alokasi kuota sebanyak 11 orang untuk Polda NTT, yang terbagi menjadi 5 orang dari kuota Mabes dan 6 orang dari kuota reguler.

Para peserta yang dinyatakan lulus akan segera berangkat ke Akpol Semarang pada akhir pekan ini untuk mengikuti seleksi di tingkat Mabes selama tiga pekan, dari 7 Juli sampai 1 Agustus 2024. Pendidikan di Lemdik Akpol Semarang dimulai 2 Agustus 2024 dengan durasi pendidikan selama 4 tahun.

Kapolda NTT, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, mengapresiasi perjalanan panjang para peserta sejak Maret 2024 dan menegaskan proses seleksi telah dilaksanakan sesuai standar ISO 9007 dengan transparansi yang tinggi.

Dia juga memberikan penghargaan kepada panitia seleksi dari Biro SDM Polda NTT, atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas dengan jujur dan teliti, yang selalu diawasi oleh pengawas internal dan eksternal untuk memastikan integritas dan objektivitas proses.

"Saya tempatkan pengawas internal dan eksternal untuk mengawasi tahapan dan proses serta hasilnya sangat baik," kata Daniel.

Bagi para calon taruna yang berhasil lolos sambung Daniel, tetap menjaga kesiapan fisik, mental, dan akademik mereka karena tantangan berikutnya di tingkat Mabes Polri menanti. “Jangan sia-siakan kesempatan. Saya tidak inginkan ada Catar yang kembali," ucapnya.

Meskipun ada yang belum berhasil, Kapolda mengimbau agar mereka tetap semangat dan mempersiapkan diri untuk peluang lain yang akan datang.

“Ini bukanlah kekalahan, melainkan sebatas keterbatasan kuota yang tersedia. Dengan demikian, proses seleksi calon taruna Akpol di Polda NTT TA 2024 berjalan dengan baik, memberikan harapan bagi masa depan mereka dalam dinas kepolisian yang bertanggung jawab,” imbuhnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved