Liputan Khusus
Lipsus - Netizen Colek Akun Jokowi, Persoalkan Rekrutmen Catar Akpol Polda NTT
Diduga ada kolusi dalam proses seleksi dan hasil seleksi taruna-taruni Akpol 2024 Polda NTT
Polda NTT mengklaim setiap tahap yang dilakukan secara transparan dan hasil dari tes langsung diumumkan atau one day service. Kombes Pol Ariasandy bilang, ujian dilaksanakan sistem CAT menggunakan fasilitas laboratorium komputer di sejumlah sekolah di Kota Kupang.
"Ujian psikologi dan akademik dilakukan menggunakan sistem CAT menggunakan fasilitas lab komputer di sejumlah sekolah di Kota Kupang," katanya.
Bahkan, menurut dia, setelah pelaksanaan tes, peserta juga diberi kesempatan untuk mengisi survei kepuasan yang disiapkan. "Setiap habis pelaksanaan tes, peserta juga dipersilahkan mengisi survei kepuasan yang dilakukan secara terbuka," kata dia.
Ariasandy menegaskan, proses penerimaan Akpol sudah mengikuti mekanisme yang ada. Tidak ada yang bisa melakukan intervensi atau mempengaruhi hasil yang sudah ada.
"Penerimaan Akpol sudah melalui mekanisme yang sudah ada. Siapapun tidak ada yg bisa intervensi atau mempengaruhi hasil yang telah dilaksanakan panitia dan diawasi internal Polri maupun eksternal dari masyarakat, perwakilan orang tua dan akademisi," ujar dia.
Terkait protes tidak diakomodirnya putra-putri NTT, Ariasandy mengatakan, dari enam kuota reguler terdapat tiga peserta yang lahir dan besar di NTT. Peserta itu lolos ke pusat. Sementara dua peserta sudah sejak sekolah dasar (SD) berada di NTT.
"Dari 6 kuota reguler ada 3 peserta yang lahir dan besar di NTT yang lolos ke pusat. Ada 2 orang yang sejak SD sudah tinggal di NTT. Jadi tidak benar kalau dikatakan kurang prioritaskan putra putri NTT," kata Ariasandy.
Dia mengatakan, pendaftaran para peserta bersifat terbuka. Peserta diakomodir dari tiap Polres. Prosesnya diawasi ketat dan diumumkan setiap tes itu selesai. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.