Kamis, 16 April 2026

Opini

Opini: Mengenal Lebih Dekat Tuberkulosis dan Kasus TB di Kota Kupang

Berdasarkan data dari Badan Pusat statistik ( BPS), jumlah kasus TBC di Kota Kupang sebanyak 1.253 kasus pada tahun 2023.

Editor: Dion DB Putra
ILUSTRASI
Gejala penyakit TB mulai dari batuk derdarah hingga sesak nafas. 

Oleh Donna S. Sinlae
Mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Negara Universitas Nusa Cendana kupang

POS-KUPANG.COM - Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang memengaruhi sistem pernapasan, terutama paru-paru yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan dapat menyerang semua bagian tubuh , bukan hanya paru-paru.

Menurut World Health Organization (Global TB Report, 2023), TB masih menjadi masalah kesehatan di dunia hingga saat ini.

TB menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia setelah Covid-19 pada tahun 2022.

Indonesia merupakan negara dengan kasus TB terbanyak kedua di dunia setelah India, dan dikuti China.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia jumlah kasus TBC dii Indonesia diperkirakan sebanyak 1.060.000 kasus TBC dan 134.000 kematian TBC per tahun di Indonesia ( terdapat 17 orang yang meninggal akibat TBC setiap jamnya).

Berdasarkan data dari Badan Pusat statistik ( BPS), jumlah kasus TBC di Nusa Tenggara Timur( NTT) sebanyak 9.535 kasus pada tahun 2023.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang tahun 2023, kasus TB pada anak mencapai 49 kasus yang ditemukan dan diobati, sementara tahun 2024 sampai pada 5 Maret 2024 ditemukan 16 kasus.

Kasus TB di kota kupang

Berdasarkan data dari Badan Pusat statistik ( BPS), jumlah kasus TBC di Kota Kupang sebanyak 1.253 kasus pada tahun 2023.

Khusus untuk kota Kupang, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Dokter Retnowati, jumlah kasus TB pada anak usia lima tahun yang ditemukan dan sudah diobati di kota Kupang dari bulan Januari sampai pada bulan November 2023 mencapai 75 kasus.

Kasus dengan pengobatan baru mencapai 20 persen atau 26 koma 70 persen di tahun 2022. Sementara untuk tahun 2023 dari 73 kasus, 36 kasus di antaranya mendapatkan pengobatan atau 49 persen.

“Memang dalam derajat pengobatan untuk kota kupang sudah mengalami kenaikan karena telah dibantu Unicef untuk program-program dari pemerintah daerah sendiri," ungkapnya.

Dokter Retnowati mengatakan target untuk tahun 2025 diharapkan pengobatan lebih dari 90 persen.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved