Puncak Musim Hujan

Daftar Wilayah NTT yang Terdampak Bencana Hidrometeorologi pada Puncak Musim Hujan Pekan ini

Bencana tersebut disebabkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Tambatan perahu Oti Oa Ramba Lengge di Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka ambruk diterjang gelombang tinggi, Senin 11 Maret 2024. 

Dikatakannya, tambatan perahu Oti Oa Ramba Lengge merupakan akses satu-satunya untuk kapal motor di wilayah itu dari Maumere ke Pulau Palue begitupun sebaliknya.

Kata dia, hingga saat ini gelombang tinggi masih menerjang pulau Palue.

Ia pun menghimbau masyarakat yang hendak berlayar dari Kota Maumere menuju Pulau Palue dan sebaliknya  menunda keberangkatan.

 

Akses jalan lima desa di Flores Timur lumpuh sementara

Guyuran hujan deras dan angin kencang beberapa hari terakhir juga mengakibatkan banjir di Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur.

Akibatnya, jalan penghubung lima desa di Kecamatan Tanjung Bunga tidak bisa digunakan akibat banjir yang melintasi badan jalan. Tak hanya itu, tanaman pertanian juga dilaporkan rusak tersapu banjir.

Warga Desa Aransina, Hendra Koten, mengatakan lima desa yaitu yang lumpuh akibat akses jalan terdampak banjir yakni Desa Lamanabi, Aransina, Latonliwo Satu dan Patisirawalang.

"Hujan deras membuat akses jalan putus. Banjir melintas dari bukit dan pegunungan ke badan jalan," ujarnya Senin, 11 Maret 2024, 

Ia mengatakan, aliran air deras dari bukit dan pegunungan juga membawa material batu dan tanah. Material itu terbawa air hingga ke badan jalan yang hingga kini debitnya sekira betis orang dewasa.

Meski demikian, sejumlah kendaraan roda dua nekat menerobos banjir. Beberapa dari mereka selamat, namun ada kendaraan mogok karena mesinnya terendam air.

Menurutnya, banjir telah menjadi langganan setiap musim penghujan, namun pemerintah setempat belum mencari solusi atas dampak banjir yang mengancam tanaman warga.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Flores Timur, Ahmad Duli, mengatakan pihaknya sudah mendata wilayah terdampak banjir akibat hujan.

"Penanganannya segera dilakukan," katanya.

Dia menjelaskan, selain laporan kerusakan tanaman pertanian, BPBD juga menerima laporan putusnya akses jalan dan kerusakan rumah warga akibat angin kencang.

 

Penyeberangan Feri Labuan Bajo - Sape ditutup

Cuaca buruk juga menyebabkan penyebrangan dari Pelabuhan ASDP Labuan Bajo menuju Sape, NTB atau sebaliknya, ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Ombak besar dan hujan disertai angin kencang melanda perairan Labuan Bajo dan sekitarnya tiga hari terakhir ini. 

"Kapal feri sementara tidak beroperasi untuk lintasan Sape-Labuan Bajo mulai Sabtu kemarin," jelas General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Sape Reno Yulianto, Senin 11 Maret 2024.

Larangan berlayar juga berlaku untuk kapal wisata tujuan Pulau Komodo, dan Pulau Padar. 

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo hanya mengizinkan pelayaran ke Pulau Rinca. Larangan itu berlaku mulai hari ini hingga 16 Maret 2024.

Diketahui cuaca di Labuan Bajo hari ini terjadi angin kencang dan sesekali hujan deras. Prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat hingga angin puting beliung berpotensi terjadi di NTT termasuk Labuan Bajo pada 8-14 Maret 2024. (fan/uka) 

 

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved