Berita Ngada

Kisah Pembangunan RS di Ngada, Berawal dari Pinjaman Bank NTT hingga Perhatian dari Pemerintah Pusat

Kata Bupati Andreas, rencana pembangunan RSUD Bajawa di Late awalnya menemui kendala sebab kondisi fiskal daerah terbatas dan dampak pandemi Covid-19

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI
Bupati Ngada Andreas Paru dan Wakil Raymundus Bena dipandu dr. Paulina, Direktris RSUD Bajawa melihat pelayanan di rumah sakit baru yakni RSUD Bajawa di Late, Jumat 26 Januari 2024. 

Bupati Andreas mengatakan masyarakat Riung sangat membutuhkan pelayan kesehatan yang cepat dijangkau. 

"Kita tentu tidak ingin melihat ada pasien yang meninggal di jalan, ibu-ibu hamil melahirkan di jalan lalu tidak tertolong,. Puji Tuhan, bulan Maret ini akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pratama di Riung dengan total anggaran Rp 65 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)," imbuhnya.

Komitmen Melanjutkan Pembangunan RSUD Bajawa Tahap Ketiga

Bupati Andreas dan wakil Raymundus Bena berkomitmen melanjutkan pembangunan rumah sakit baru tersebut hingga rampung di tahun 2024 ini.

Dia menuturkan, keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat mendapat perhatian dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

Hal itu kemudian terbukti pada tahap kedua dan ketiga mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan.

Menurutnya keterlibatan pihak terkait yakni Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena dalam memperjuangkan aspirasi pembangunan RUSD Bajawa di Late juga sangat membantu.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Bank NTT, Kementerian Kesehatan, Bapak Melki Laka Lena dan semua pihak terkait yang telah mendukung pembangunan RSUD Bajawa di Late," ujar Bupati Andreas.

Mengenai sumber anggarannya pembangun tahap ketiga kemudian diuraikan oleh Direktris RSUD Bajawa, dr. Paulina.

Pembangunan tahap ketiga menelan biaya senilai Rp. 24.818.973.000,00 (dua puluh empat miliar delapan ratus delapan belas juta sembilan ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah) yang bersumber dari DAK (APBN) dan DAU Spesifik Grant.

Dana tersebut untuk melengkapi sarana dan prasarana, antara lain gedung IGD serta gedung rawat inap ibu dan anak, pengadaan alkes dan akses ibu dan anak.

Dokter Paulina menjelaskan, saat ini layanan RSUD Bajawa di Late yang mulai beroperasi yakni pelayanan rawat jalan tiga poliklinik yaitu poliklinik kulit dan kelamin, poliknik gigi dan fisioterapi.

Sebelumnya pembangunan tahap pertama, pada 2022 lalu dengan dana yang  bersumber dari pinjaman daerah Bank NTT senilai Rp 24 miliar lebih.

"Realisasi pembangunan dari pinjaman tersebut antara lain, poliklinik rawat jalan sebanyak 14 poliklinik," ujarnya.

Sedangkan kedua pada 2023 dengan pembiayaan sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari DAU Spesifik Grant untuk pembangunan gedung genset, TPS, Insenerator, IPAL, paing dan casting (parkiran).

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved