Berita Ngada
Kisah Pembangunan RS di Ngada, Berawal dari Pinjaman Bank NTT hingga Perhatian dari Pemerintah Pusat
Kata Bupati Andreas, rencana pembangunan RSUD Bajawa di Late awalnya menemui kendala sebab kondisi fiskal daerah terbatas dan dampak pandemi Covid-19
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Eflin Rote
Bupati Andreas mengatakan masyarakat Riung sangat membutuhkan pelayan kesehatan yang cepat dijangkau.
"Kita tentu tidak ingin melihat ada pasien yang meninggal di jalan, ibu-ibu hamil melahirkan di jalan lalu tidak tertolong,. Puji Tuhan, bulan Maret ini akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pratama di Riung dengan total anggaran Rp 65 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)," imbuhnya.
Komitmen Melanjutkan Pembangunan RSUD Bajawa Tahap Ketiga
Bupati Andreas dan wakil Raymundus Bena berkomitmen melanjutkan pembangunan rumah sakit baru tersebut hingga rampung di tahun 2024 ini.
Dia menuturkan, keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat mendapat perhatian dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan.
Hal itu kemudian terbukti pada tahap kedua dan ketiga mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan.
Menurutnya keterlibatan pihak terkait yakni Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena dalam memperjuangkan aspirasi pembangunan RUSD Bajawa di Late juga sangat membantu.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Bank NTT, Kementerian Kesehatan, Bapak Melki Laka Lena dan semua pihak terkait yang telah mendukung pembangunan RSUD Bajawa di Late," ujar Bupati Andreas.
Mengenai sumber anggarannya pembangun tahap ketiga kemudian diuraikan oleh Direktris RSUD Bajawa, dr. Paulina.
Pembangunan tahap ketiga menelan biaya senilai Rp. 24.818.973.000,00 (dua puluh empat miliar delapan ratus delapan belas juta sembilan ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah) yang bersumber dari DAK (APBN) dan DAU Spesifik Grant.
Dana tersebut untuk melengkapi sarana dan prasarana, antara lain gedung IGD serta gedung rawat inap ibu dan anak, pengadaan alkes dan akses ibu dan anak.
Dokter Paulina menjelaskan, saat ini layanan RSUD Bajawa di Late yang mulai beroperasi yakni pelayanan rawat jalan tiga poliklinik yaitu poliklinik kulit dan kelamin, poliknik gigi dan fisioterapi.
Sebelumnya pembangunan tahap pertama, pada 2022 lalu dengan dana yang bersumber dari pinjaman daerah Bank NTT senilai Rp 24 miliar lebih.
"Realisasi pembangunan dari pinjaman tersebut antara lain, poliklinik rawat jalan sebanyak 14 poliklinik," ujarnya.
Sedangkan kedua pada 2023 dengan pembiayaan sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari DAU Spesifik Grant untuk pembangunan gedung genset, TPS, Insenerator, IPAL, paing dan casting (parkiran).
Bupati Ngada
Andreas Paru
RSUD Bajawa
Kecamatan Golewa
kondisi fiskal
Bank NTT
Kementerian Kesehatan
POS-KUPANG.COM
Kapolres Ngada Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Turangga 2024 |
![]() |
---|
Anggota DPRD Ngada Soroti Progres Pembangunan Fisik |
![]() |
---|
Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Bobou Bajawa Masih Normal Kecuali Bawang |
![]() |
---|
SMAN 1 Soa Gelar Lomba Antar Kelas |
![]() |
---|
Aty Watungadha Gelar Reses di Desa Naru Bajawa Warga Keluhkan Air Bersih |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.