Berita Ngada

Kisah Pembangunan RS di Ngada, Berawal dari Pinjaman Bank NTT hingga Perhatian dari Pemerintah Pusat

Kata Bupati Andreas, rencana pembangunan RSUD Bajawa di Late awalnya menemui kendala sebab kondisi fiskal daerah terbatas dan dampak pandemi Covid-19

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ORIS GOTI
Bupati Ngada Andreas Paru dan Wakil Raymundus Bena dipandu dr. Paulina, Direktris RSUD Bajawa melihat pelayanan di rumah sakit baru yakni RSUD Bajawa di Late, Jumat 26 Januari 2024. 

Wakil Bupati Tepis Isu Keretakan Hubungan

Sementara itu, Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena, Raymundus Bena menegaskan, hubungannya dengan Bupati Ngada Andreas Paru yang masih sejalan dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Pemerintah Kabupaten Ngada menjadi salah satu faktor penting mengapa pembangunan di Kabupaten Ngada bisa berjalan.

Raymundus mengakui, dirinya bersama Bupati Andreas memimpin Ngada dalam rentang waktu yang memang singkat, yakni kurang lebih tiga tahun sepuluh bulan bulan atau tidak sampai lima tahun akibat adanya pemilu serentak pada 2024 ini.

Namun dalam waktu yang singkat itu, ditambah lagi keterbatasan fiskal daerah dan pandemi Covid-19, dirinya dan Bupati Andreas mampu merealisasikan beragam program pembangun, termasuk pembangun rumah sakit baru, yakni RSUD Bajawa di Late.

"Ada gebrakan-gebrakan fundamental yang kami lakukan. Dan tentunya ini bisa tercapai karena ada komunikasi yang baik, bagus dan harmonis," kata Raymundus Bena saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di sela kesibukannya bersama Bupati Andreas meresmikan gedung RUSD Bajawa di Late, Jumat 26 Januari 2024.

Kata Raymundus, pernyataannya itu, sekaligus menepis isu yang beredar di media sosial bahwa hubungan dengan Bupati Andreas retak. Dia tegaskan, berjalan gebrakan dan program pembangunan di Ngada adalah bukti nyata bahwa dirinya dan bupati sejalan.

"Kalau ada isu bahwa hari ini bupati dan wakil bupati pecah, itu tidak benar! Hubungan kita baik - baik saja. Bagaimana kita menjalankan pembangunan kalau antara bupati dan wakil bupati komunikasinya tidak bagus," tegas Raymundus.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Andreas mengamini apa yang disampaikan Wakil Raymundus Bena. "Iya benar, betul," kata Bupati Andreas. (orc)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved