Berita Unicef
Pengembangan Pusat Unggulan PGBT UNICEF dan Poltekkes Kemenkes Kupang Dukung NTT Bebas Wasting
Dari semua bentuk masalah kekurangan gizi pada anak, wasting adalah jenis yang paling berbahaya dengan risiko kematian tertinggi.

Dalam menjawab tantangan - tantangan diatas, lembaga - lembaga pendidikan ini berpotensi menjadi mitra yang dapat mendukung Kementerian Kesehatan dalam mempercepat perluasan cakupan dan kualitas layanan PGBT di seluruh wilayah untuk mencapai target nasional.
Oleh karena itu, institusi pendidikan yang berkualitas tinggi dan sumber daya manusia di bidang Kesehatan dan gizi yang ada ini dapat dikembangkan menjadi Pusat Unggulan untuk mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan, deteksi dini dan tata laksana balita gizi buruk. Konsep Pusat Unggulan PGBT telah berkembang luas di India yang berperan untuk memberikan bantuan teknis pelaksanaan manajemen PGBT.
Baca juga: UNICEF Gandeng Pemerintah Perkuat Peran Kader Atasi Kasus Wasting di Kota Kupang
Dalam konteks ini, UNICEF bersama Kementerian Kesehatantelah mengembangkan beberapa kerja sama dengan universitas dan institusi pendidikan lokal untuk mempercepat perluasan layanan PBGT di beberapa provinsi di Indonesia, seperti PKMK-UGM sebagai Pusat Unggulan PGBT Nasional, ICONS-UNHAS,Universitas Brawijaya dan Poltekkes Kemenkes Kupang sebagai Pusat Unggulan PGBT Regional di Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan NTT.
Di Provinsi NTT, UNICEF bekerjasama dengan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kupang sebagai Pusat Unggulan Regional (Regional Centre of Excellence/RCoE) Deteksi Dini dan Tata Laksana Wasting.
Tujuan Kerja sama Pusat Unggulan PGBT di NTT adalah untuk mendukung upaya Pemerintah dalam meningkatkan cakupan dan kualitas layanan PGBT dalam mencapai target nasional dan Provinsi NTT.

Secara khusus, Pusat Unggulanini bertujuan untuk:1) Mendukung integrasi paket pelatihan PGBT ke dalam kurikulum pre-service/ prajabatan, dan2) Menjadi pusat pengetahuan untuk advokasi dan inovasi deteksi dini, rujukan dan perawatan balita gizi buruk di Provinsi NTT.
Dalam peran sebagai Pusat Unggulan PGBT di Provinsi NTT, Kerja sama Poltekkes Kemenkes Kupang dan UNICEF Indonesia diimplementasikan dalam berbagai capaian yang diharapkan, termasuk:
1. Pengintegrasian paket pelatihan PGBT dalam kurikulum pre-service seluruh program studi diploma tiga (D3), diploma empat (D4) dan Profesi Ners yang ada di Poltekkes Kemenkes Kupang.
Hal ini dicapai melalui beberapa proses pengintegrasian, termasuk analisa mendalam terhadap kurikulum PGBT terakreditasi, pertemuan konsultatif dengan berbagai stakeholder kunci, pengintegrasian topik dalam kurikulum program studi gizi, keperawatan dan kebidanan dan program studi lain yang relevan, dan implementasi kurikulum terintegrasi dan mendiseminasi pembelajaran kepada stakeholder kunci, termasuk publikasi.
2. Berperan sebagai pusat pengetahuan untuk pencegahan, deteksi dini, rujukan dan perawatan balita gizi buruk di Indonesia.
Hal ini dicapai dengan mempromosikan berbagai inovasi PGBT, termasuk Lingkar Lengan Atas (LiLA) Keluarga yang memberdayakan pengasuh dalam deteksi dini dan rujukan balita wasting, dan PAUD Peduli Wasting, dimana guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan dalam deteksi dini dan rujukan balita wasting serta Penguatan Peran Kader dalam mendukung manajemen PGBT.
3. Berbagai sesi atau kelas webinar akan dilakukan untuk mendukung diseminasi pengetahuan dan praktik, baik dalam pencegahan, deteksi,rujukan dan perawatan balita wasting.
Sebagai bagian dari fungsi ini, Poltekkes Kemenkes Kupang dan UNICEF telah mengadakan Kuliah Umum tentang Kerja sama Percepatan Pencegahan dan Tata Laksana Wasting di Provinsi NTT bagi lebih dari 300 mahasiswa dan civitas akademik Poltekkes yang berada di Kota Kupang dan perwakilan di Pulau Sumba dan Flores pada tanggal 5 Desember 2023.

Kerja sama ini berlangsung selama 12 bulan sejak 1 Oktober 2023 hingga 31 September 2024. Poltekkes Kemenkes Kupang telah membentuk Tim Percepatan Pencegahan Wasting yang bekerja khusus untuk mencapai tujuan kerja sama ini.
Dalam menjalankan perannya sebagai Pusat Unggulan PGBT di Provinsi NTT, selain bekerjasama dengan UNICEF, Poltekkes Kemenkes Kupang akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah. (adv)
Ikuti Berita Pos-Kupang.com Lainnya di GOOGLE NEWS
Wasting
Wasting di NTT
UNICEF Indonesia
Poltekkes Kemenkes Kupang
Yudistira Yewangoe
Direktur Poltekkes Irfan
Komitmen Kerja Sama
NTT Bebas Wasting
4 Shio Paling Beruntung Besok 29 Agustus 2025, Siap-siap Ketiban Rezeki Nomplok |
![]() |
---|
Promo Indomaret 28 Agustus 2025 Super Hemat Makanan &Minuman Indomilk UHT,Roma Biskuit |
![]() |
---|
Ibu Hamil di Rote Timur Meninggal Diduga Karena Layanan Bobrok Puskesmas Eahun |
![]() |
---|
500 Huntap Penyintas Lewotobi Dibangun di Noboleto, Penerima Tak Berpatok Kepala Keluarga |
![]() |
---|
Opini: Drama BBM Sabu Raijua, Antrean Panjang Solusi Pendek |
![]() |
---|