Breaking News
Jumat, 12 Juni 2026

Opini

Sinopsis Tarian Gawi: Tradisi Seni dan Olahraga

Tarian ini kemudian berkembang menjadi suatu seni tarian massal yang mempersatukan semua warganya.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/TOMMY NULANGI
Anggota IKKEF menari gawi di GOR Oepoi, Kupang, Sabtu (21/7/2018) lalu. Hari ini, Sabtu (16/12/2023), IKKEF menyelenggarakan gawi massal di halaman depan Kantor Gubernur NTT melibatkan ribuan peserta. 

Seorang solis yang disebut Ata Sodha Gawi tidak bisa dipelajari karena hal itu merupakan bakat yang diwariskan oleh leluhur, ada ilham khusus bagi mereka.

Seorang solis bisa bernyanyi berjam-jam tanpa henti, kata-kata yang diucapkan muncul secara otomatis sehingga dia dapat menyesuaikan dengan ekosistem di mana gawi itu dilaksanakan.

Solis dapat mempengaruhi semarak dan ramainya suatu gawi. Ada syair dan nada untuk pemanasan, syair dan nada untuk inti (bebu) dan ada syair dan nada untuk pendinginan menjelang berakirnya acara gawi.

Oleh karena itu, gawi juga merupakan bentuk olahraga tradisional dalam bentuk tarian.

Biasanya, dalam tahap awal gawi seorang solis akan mengantar dengan syair-syair yang akan disambut oleh nyanyian dari peserta yang disebut Oro.

Oro ini penting dalam tradisi gawi sebagai ungkapan semangat dan partisipasi peserta dalam pelaksanaan gawi dan oro adalah menyanyi serempak dalam batas tertentu ada namanya Oro Ma’e Po’i artinya sambung menyambung tidak boleh putus.

Saat puncaknya, gawi terasa hening dan sakarl ketika hanya terdengar bunyi sodha, hentakan kaki (tanpa alas kaki) dan bunyi siulan pis-pis-pis oleh laki-laki. Gawi yang baik tidak ada suara berteriak.

Pada acara gawi massal yang dilaksanakan IKKEF tahun 2023, dalam rangka perayaan HUT NTT dan HUT IKKEF Kupang, Sodhaatau solis didatangkan secara khusus dari Ende tepatnya dari Desa Tenda yang dikenal sebagai gudang para solis yang selalu ada dari generasi ke generasi.

Solis ini dapat mengatur gerakan pemanasan, inti dan pendinginan. Nama solis yang dimaksud adalah Albertus Bale.

Pakaian

Pada saat gawi, laki-laki mengenakan pakaian tradisional Ende, yakni menggunakan lesu sebagai penutup kepala, luka atau selendang mengikat pinggang atau menyilang dari bahu kiri ke pinggang sebelah kanan dan ragi mite yakni kain atau sarung khas suku Ende bagi kaum pria.

Sedangkan wanita mengenakan baju bodo khas Ende yang disebut Lambu dan Lawo yakni kain khas Ende untuk para wanita.

Pada zaman dulu, semua baju atau Lambu wanita berwarna hitam, mereka seragam. Namun dengan perkembangan jaman, pemilihan warna baju sesuai selera. Tetapi biasanya, warna baju wanita menggambarkan Tri Warna Kelimutu yakni warna merah, hijau dan putih.

Gawi Simbol Emansipasi

Barisan pada gawi membentuk lingkaran atau spiral. Barisan paling dalam adalah barisan Deo Eko dan Teke Eko. Kalau peserta banyak maka jumlah lingkaran bisa mencapai empat atau lima lingkaran.

Lingkaran paling luar adalah barisan para wanita, baik muda maupun tua. Lingkaran para wanita juga bisa lebih dari satu.

Secara historis, barisan atau lingkaran paling luar adalah para wanita menunjukkan suatu nilai dan symbol emansipasi yakni para wanita mendukung para lelaki dari belakang.

Semangat, kekuatan dan keberanian seorang laki berkat dukungan para wanita yang selalu setia mendukung aktivitas kaum pria.

Hal ini menunjukkan bahwa secara kultural, emansipasi bagi orang Ende telah ada sejak zaman dahulu kala.

Penutup

Demikian sinopsis tentang gawi sebagai sebuah tradisi seni tari dan olahraga tradisional merupakan sebuah simbol budaya yang agung dari masyarakat Kabupaten Ende sehingga layak dijadikan sebagai
salah satu atraksi wisata yang menarik dan unik. Setiap orang Ende pasti menyukai tarian ini.

Semoga sinopsis ini bermanfaat bagi kita semua, pembaca dan sebagai diseminasi nilai-nilai kultural yang diwariskan leluhur kepada generasi muda Ende di mana saja berada. (*)

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved