Berita NTT

BNN Gandeng UNODC Cegah Penyelundupan Narkoba di Wilayah Perbatasan Indonesia

Lebih lanjut, Riki menyampaikan, pada awal tahun 1990-an hingga tahun 2000-an, Indonesia menjadi negara transit.

POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
Kepala badan Narkotika Nasional (BNN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol. Riki Yanuarfi, S.H., M.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng
United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) mencegah penyelundupan narkoba di Wilayah perbatasan Indonesia.

Antisipasi pencegahan itu dilakukan BNN bersama UNODC dengan mengumpulkan seluruh pengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN) se-Indonesia dalam forum National Border Management Consultation Meeting Drugs Trafficking at The Border yang akan digelar di Kupang, 15 November 2023.

Kepala badan Narkotika Nasional (BNN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol Riki Yanuarfi, S.H., M.Si menyampaikan rapat itu akan dibuka secara langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, dilanjutkan dengan pembahasan strategi perdagangan gelap narkotika di Kota Kupang.

Baca juga: BNN Provinsi NTT Musnahkan Narkotika Jenis Ganja, Shabu, dan Tembakau Brazil

Lalu, tambahnya, pada 17 November akan dilanjutkan dengan dialog Kepahlawanan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT bersama Kepala BNN, deklarasi perang melawan narkoba, dan peluncuran wisata bersinar.

"Ini merupakan salah satu upaya dan strategi BNN dalam bekerjasama dengan stakeholder baik  dengan lembaga luar negeri dan penjaga PLBN di seluruh Indonesia," kata Riki Yuniarfi di Kupang, Senin 13 November 2023.

Dikatakan Riki Yanuarfi, dalam kegiatan tersebut akan membahas tentang antisipasi kejahatan-kejahatan drugs trafficking di perbatasan. Sehingga dengan hal itu bisa mencegah masuknya narkotika ke Indonesia.

Baca juga: BNN Provinsi NTT Upayakan BNN di Kabupaten 

"Diperlukan adanya informasi-informasi ke setiap lembaga atau stakeholder, sehingga kita mempunyai satu persepsi dan visi dalam mencegah masuknya narkotika ke Indonesia," ungkapnya.

Riki menyebutkan, ada sekitar 1,95 persen populasi Indonesia sudah terpapar narkotika atau hampir 3,9 juta jiwa narkotika masuk ke Indonesia. Dengan demikian, BNN menggandeng semua stakeholder agar bisa menekan masuknya narkotika ke Indonesia.

“Ada sekitar kiloan bahkan ton narkotika yang dimusnahkan oleh BNN baik itu methamphetamine maupun jenis narkotik alami seperti ganja dan banyak sekali jenisnya," ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Riki menyampaikan, pada awal tahun 1990-an hingga tahun 2000-an, Indonesia menjadi negara transit.

Namun dalam perkembangan waktu menjadi target bahkan tujuan penjualan atau peredaran narkotika yang cukup signifikan.

“Kalau ini kita biarkan dan tidak mengajak semua stackholder baik itu wartawan maupun lembaga-lembaga terkait maka BNN tidak akan bekerja sendiri,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kepala BNN RI, Komjen Pol. Prof. Dr. Petrus R. Golose dijadwalkan berkunjungan ke Kota Kupang dan Kabupaten Manggarai Barat mulai dari tanggal 14 sampai dengan 18 November 2023. (cr20)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved