Penjabat Gubernur NTT
Inche Sayuna Soal Teka Teki Tiga Nama Penjabat Gubernur NTT Yang Akan Diusung Mendagri
Penyerahan tiga nama calon penjabat gubernur NTT oleh pimpinan DPRD NTT itu berlangsung di kantor Kemendagri Jakarta pada Kamis (3/8/2023) kemarin.
POS-KUPANG.COM - Wakil Ketua DPRD NTT, Inche DP Sayuna mengaku pihaknya juga belum mengetahui tiga nama kandidat Penjabat Gubernur NTT yang akan diusulkan oleh Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) untuk dibawa ke dalam rapat tim penilaian akhir (TPA) sebelum diserahkan ke Presiden Jokowi.
Adapun DPRD NTT sebelumnya telah mengusulkan tiga nama sebagai kandidat Penejabat Gubernur NTT pasca berakhirnya kepemimpinan Gubernur Viktor Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi.
Penyerahan tiga nama calon penjabat gubernur NTT oleh pimpinan DPRD NTT itu berlangsung di kantor Kemendagri Jakarta pada Kamis (3/8/2023) kemarin.
Baca juga: Digadang Sebagai Kandidat Terkuat Penjabat Gubernur NTT, Ini Penjelasan Thomas Umbu Pati
Baca juga: Menebak 3 Nama Penjabat Gubernur NTT yang Diusulkan Mendagri ke Presiden, Sama dengan DPRD?
Baca juga: Profil Thomas Umbu Pati Calon Penjabat Gubernur NTT, Putra Sumba Deputi Pengendalian Otorita IKN
SebagaimanaPeraturan Menteri dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2023 tentang pengangkatan penjabat gubernur, penjabat bupati dan penjabat wali kota, maka Kemendagri juga akan mengusulkan tiga nama penjabat gubernur setelah meminta DPRD provinsi mengusulkan tiga nama.
Enam nama kandidat penjabat gubernur itu kemudian dibawa ke dalam rapat tim penilaian akhir (TPA) untuk dikerucutkan menjadi tiga nama.
TPA ini terdiri dari pejabat eselon I yang berasal dari sejumlah kementerian / lembaga, seperti Kemenpan-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Intelijen Negara (BIN), dan lainnya.
Nantinya, pejabat gubernur yang akan mengisi kekosongan jabatan itu akan dipilih langsung oleh Presiden berdasar pengajuan tiga nama hasil penilaian tim TPA.
Penjabat akan ditugaskan dalam menjalankan roda pemerintahan daerah dan dapat dievaluasi per 3 bulan sekali sejalan dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016.
"Mendagri tidak menyampaikan kepada kita tiga nama yang mereka ajukan," ujar Wakil Ketua DPRD NTT, Inche DP Sayuna dalam Podcast Pos Kupang, Senin (7/8/2023).
Politisi Golkar itu menyebut, meski Kemendagri memiliki kewenangan dan hak untuk mengusulkan tiga nama sesuai dengan pertimbangan internal, namun pihaknya berharap dapat mengakomodir harapan masyarakat NTT.
Inche mengatakan, DPRD NTT selaku representasi rakyat NTT meminta Kemendagri untuk memperhatikan nama nama yang telah diusung oleh daerah melalui pimpinan dewan tersebut.
"Saya sampaaikan bahwa ini untuk pertama kalinya. Kita minta kepada Depdagri jangan keluar dari tiga nama itu," sebut dia.
Baca juga: Mendagri Terima Tiga Nama Calon Penjabat Gubernur NTT, Tak Termasuk Ayodhia Kalake
Baca juga: Tiga Calon Penjabat Gubernur NTT yang Diusulkan ke Mendagri, Penyerahan Dokumen Kamis Besok
Dalam usulannya, pimpinan DPRD NTT telah menyampaikan tiga nama pejabat eselon 1A untuk menjadi penjabat Gubenur NTT. Tiga nama yang diusulkan dewan merupakan putra daerah NTT yang berkarya di level nasional.
Mereka terdiri dari Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja, Dr. Inosentius Samsul, SH, MH, serta Dr. Ir. Thomas Umbu Pati.
Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja atau Irjen Rudy Rodja saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Keamanan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), sedang Dr. Inosentius Samsul, SH, MH, saat ini menjabat Kepala Badan Keahlian Setjen DPR RI.
Sementara itu, Dr. Ir. Thomas Umbu Pati kini menjadi Deputi Pengendalian Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
"Pertimbangan putra daerah ini menjadi pertimbangan dari DPRD," sebut politisi asal TTS ini.
"Kita berharap menjadi perhatian presiden dan selanjutnya berharap putra daerah yang bisa mengabdi dan meninggalkan legacy," pungkas dia.
Pengamat politik Universitas Muhamadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang menyebut peluang Kemendagri untuk tetap mengusung nama tiga putra NTT sebagaimana usulan DPRD itu cukup terbuka.
Menurutnya, terbuka peluang Kemendagri mengusul nama yang sama dengan usulan DPRD NTT. Hal itu disebutnya lebih aspiratif sesuai dengan pendekatan bottom up yang saat ini sedang dibangun oleh pemerintah.
"Peluang itu besar, karena bottom up. Apa yang diusulkan DPRD itu lebih aspiratif," kata Muhammad Atang.
Ia mengatakan, apabila usulan dari rakyat melalui wakil mereka di dewan diabaikan pemerintahy pusat, maka hal ini akan menjadi preseden buruk dalam praktik birokrasi.
"Apa yang diajukan tidak 100 persen sama, tapi harapan rakyat dengan proses bottom up maka kemendagri juga mengusulkan nama yang sama untuk mengakomodir," kata dia.
Ia menyebut, ada harapan besar agar putra daerah menjadi penjabat Gubernur yang memimpin selama masa transisi pemerintahan provinsi.
"Kita sungguh berharap, kalau dapat anak anak NTT. Kita minta supaya jangan sampai mengabaikan aspirasi lembaga, karena ini manifestasi rakyat," pungkas Ahmad Atang.
Adapun Inche DP Sayuna dan Ahmad Atang menjadi pembicara dalam Jurnal Politik Pos Kupang dengan tema Siapa Penjabat Gubenrur NTT?.
Jurnal politik Pos Kupang yang dipandu Manejer Online Pos Kupang Alfons Nedabang sebagai host itu berlangsung pada Senin (7/8/2023) pukul 11 Wita. (*)
Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.