Berita Timor Tengah Utara

Usut Laporan Kematian Kades Fatutasu Terpilih, Polres TTU Masih Menanti Hasil Autopsi Puslabfor Bali

Kades terpilih Fatutasu, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, ini berdasarkan laporan keluarga, diduga meninggal tidak wajar

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Djoni Boro 

Dalam penanganan perkara tersebut, Polres Timor Tengah Utara telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang minum bersama-sama dengan korban di sawah beberapa waktu sebelum meninggal.

Sebagai informasi, sebelumnya isteri korban bernama, Imelda Yunita Kono yang diwawancarai pasca menyampaikan laporan ke Polres TTU menjelaskan, sebelum ditemukan tak sadarkan diri di sawah kali haulasi hingga meninggal dunia, Yanuarius tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

Menurutnya, kasus kematian sang suami Yanuarius telah secara resmi dilaporkan ke Mapolres TTU, Selasa 13 Juni 2023. Seluruh keluarga besar korban telah bersepakat mengijinkan pihak kepolisian melakukan autopsi terhadap jenasah dari almarhum Yanuarius.

Ia menegaskan, pihaknya tidak memiliki niat sedikitpun untuk menuding siapapun dalam penyampaian laporan tersebut. Keluarga hanya berniat untuk mengetahui penyebab kematian korban. Pasalnya selama ini, korban selalu dalam kondisi sehat.

Baca juga: Dugaan Korupsi di BPBD Timor Tengah Utara, Bupati Juandi David Pastikan Segera Bersikap

Ia mengisahkan, sebelumnya korban meninggal dunia, dirinya dan Almarhum mengikuti Perayaan Ekaristi di Kapela di Desa Fatutasu.

Pasca mengikuti Perayaan Ekaristi, Almarhum Yanuarius yang juga pengurus di Gereja diundang untuk mendampingi pastor untuk makan bersama. Sementara Imelda telah kembali ke rumah terlebih lebih dahulu.

Kira-kira pukul 12.30 Wita, Imelda menghubungi almarhum via telepon agar segera kembali ke rumah untuk mengantar pesanan batako sebanyak 80 buah ke desa sebelah.

Almarhum yang saat itu sementara berada di rumah salah satu saudara di dekat kapela, lanjutnya sempat mengiyakan untuk segera kembali. Namun hingga pukul 13.00 Wita almarhum tak kunjung kembali ke rumah untuk mengantar pesanan batako tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Penyidik Kejari TTU Geledah Rumah Kepala BPBD Timor Tengah Utara

Imel menambahkan, sekira pukul 16.00 Wita ia kembali berusaha menghubungi almarhum via handphone. Meskipun panggilan telepon terhubung, namun tidak diangkat oleh almarhum. Ketika dihubungi kembali, nomor telepon milik almarhum sudah tidak aktif lagi.

Pada pukul 17. 00 Wita, ponakan Imelda membuka Facebook dan melihat postingan di FB dimana almarhum dan sejumlah orang sedang berada di sawah tepat di pinggir Kali Haulasi. Ponakan Imelda kemudian menyampaikan kepada dirinya mengenai keberadaan almarhum yang sedang mengonsumsi alkohol bersama sejumlah orang.

Pada pukul 19. 00 Wita, ada keluarga yang mendatangi Imelda untuk menjemput almarhum menggunakan mobil.

Pasalnya, sesuai pengakuan keluarga tersebut almarhum mabuk berat. Berbekal senter handphone, Imelda dan beberapa keluarga langsung berangkat menuju ke sawah tempat almarhum berada.

Ketika tiba di sawah, kata Imelda, terlihat beberapa rekan almarhum sementara duduk mengelilingi almarhum yang sedang tertidur.

Saat digotong, tubuh almarhum sudah terasa dingin dan kulit almarhum berwarna kekuningan.

Tidak memiliki pikiran yang buruk, Imelda kemudian meminta beberapa anggota keluarga untuk menggotong tubuh almarhum ke mobil yang sudah terparkir di ujung jembatan Haulasi guna dibawa ke RSUD Kefamenanu. Namun nyawa korban tidak tertolong ketika tiba di RSUD Kefamenanu. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved