Kudeta Niger

Kudeta Niger: Presiden Mohamed Bazoum Meminta Bantuan AS untuk Memulihkan Pemerintahannya

Presiden terguling Mohamed Bazoum minta Amerika Serikat dan seluruh komunitas internasional untuk membantu memulihkan ketertiban konstitusional Niger.

|
Editor: Agustinus Sape
Temilade Adelaja / Reuters via Aljazeera.com
Presiden Niger terguling Mohamed Bazoum meminta Amerika Serikat untuk membantu memulihkan pemerintahannya pasca kudeta Niger akhir Juli 2023. 

POS-KUPANG.COM - Seminggu setelah ditahan kelompok kudeta Niger, Presiden terguling Mohamed Bazoum meminta Amerika Serikat dan "seluruh komunitas internasional" untuk membantu "memulihkan ... ketertiban konstitusional".

Dalam sebuah opini di Washington Post, Presiden Mohamed Bazoum mengatakan dia menulis "sebagai sandera".

Kerusuhan meletus di negara Afrika barat itu sejak ia digulingkan.

Pada hari Kamis, para pemimpin kudeta mengumumkan bahwa mereka menarik duta besar negara itu dari Prancis, AS, Nigeria, dan Togo.

Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi nasional, mereka mengatakan fungsi empat duta besar telah "dihentikan".

Niger adalah penghasil uranium yang signifikan dan terletak di jalur migrasi utama ke Afrika Utara dan Mediterania.

Dalam artikel surat kabarnya, Bazoum memperingatkan kudeta tersebut, jika berhasil, akan memiliki "konsekuensi yang menghancurkan bagi negara kita, wilayah kita dan seluruh dunia".

"Memperjuangkan nilai-nilai bersama kita, termasuk pluralisme demokratis dan menghormati supremasi hukum, adalah satu-satunya cara untuk membuat kemajuan berkelanjutan melawan kemiskinan dan terorisme," tulis Bazoum.

"Orang-orang Nigeria tidak akan pernah melupakan dukungan Anda pada momen penting dalam sejarah kami ini."

Baca juga: Kudeta Niger: Pasukan Amerika Serikat Dibatasi di Pangkalan Militer Agadez

Pada hari Kamis, ribuan orang turun ke jalan di ibu kota Niger, Niamey, dalam demonstrasi damai untuk mendukung kudeta.

Mereka mengutuk negara-negara Afrika Barat lainnya di blok perdagangan regional, Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat, karena memberlakukan sanksi keuangan dan perdagangan terhadap Niger.

Mr Bazoum, presiden pertama yang terpilih secara demokratis untuk menggantikan yang lain di Niger, ditahan oleh pengawalnya sendiri minggu lalu.

Sejumlah menteri dan "pentolan" partai berkuasa Partai Nigeria untuk Demokrasi dan Sosialisme (PNDS) ditahan pada Senin (31/7), usai menahan Presiden Mohamed Bazaoum.

Mereka yang ditangkap di antaranya Menteri Perminyakan Mahamane Sani Mahamadou dan Menteri Pertambangan Ousseini Hadizatou, kepala komite eksekutif nasional PNDS Furmakoye Gado.

"Setelah presiden ditahan pekan lalu, para pemberontak kembali menyerang dan melakukan lebih banyak penangkapan," demikian rilis resmi PNDS, seperti dikutip AFP.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved