Warga Flores Timur Dibunuh di Bima
Ini Pengakuan Para Pelaku Pembunuhan Pemuda Adonara Flores Timur di Bima
Alhasil, para pelaku pembunuhan terhadap Joseph Mawar itu pun mengakui perbuatannya di hadapan polisi.
POS-KUPANG.COM, BIMA - Penyidik Satreskim Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat tak butuh waktu lama membekuk pelaku pembunuhan terhadap Joseph Freinademetz Luit Mawar alias Joseph Mawar (24).
Setelah mendapat laporan dan melakukan penyelidikan, aparat Satreskim Polres Bima Kota berhasil menangkap para terduga pelaku penganiayaan pemuda asal Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 19 Mei 2023.
Alhasil, para pelaku pembunuhan terhadap Joseph Mawar itu pun mengakui perbuatannya di hadapan polisi.
Kepala Seksi Humas Polres Bima Kota, AKP Jufrin mengatakan, pelaku berjumlah tiga orang, masing-masing pelaku berinisial IA (21), FR (28) dan ZZ (23).
Menurut AKP Jufrin, ketiga terduga pelaku merupakan warga Kota Bima. Rinciannya, dua orang merupakan warga Kelurahan Paruga dan seorang lainnya asal Monggonao.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pria Asal Adonara Flores Timur Tewas Dibunuh di Bima NTB
"Ketiganya kini diamankan di Mapolres Bima Kota," ujar AKP Jufrin, Jumat.
AKP Jufrin mengatakan, para pelaku mengakui perbuatannya. Mereka menganiaya Joseph Mawar pada Rabu 17 Mei 2023 sekira pukul 21.00 Wita.
"Korban dianiaya hingga terjun dari jembatan gantung Kelurahan Paruga," jelas AKP Jufrin.
Setelah menganiaya korban, lanjut AKP Jufrin, terduga pelaku langsung meninggalkan TKP tanpa menengok korban yang terjun ke sungai.
Ia menegaskan bahwa korban meninggal setelah dianiaya para pelaku. "Korban meninggal akibat penganiayaan berat," ujarnya.
Nasib naas tersebut dialami Joseph karena baru dua pekan merantau dan tinggal di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pemuda asal Lamaole, Desa Kenotan, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur itu tewas akibat penganiayaan yang dilakukan sejumlah orang di Kota Bima.
Baca juga: Warga Flores Timur Dibunuh di Bima, Korban Dikenal Pekerja Keras
Mayat Joseph Mawar baru ditemukan dua hari setelah kejadian penganiayaan. Penemuan mayat Joseph pun menggegerkan warga Kota Bima, Jumat (19/5/2023) pagi.
Awalnya, mayat Joseph ditemukan mengapung di Sungai Padolo sekira pukul 06.00 Wita oleh Indrawati, salah seorang warga. Lokasi penemuan mayat tepatnya di batas wilayah Kelurahan Dara dan Paruga, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Saat itu, Indrawati hendak mengambil air sungai untuk menyiram halaman rumahnya, ia melihat sosok mayat mengenakan kaus oblong warna cokelat dan celana jeans abu terapung di sungai Padolo.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.