Berita Rote Ndao

Niat Ambil Motor, Anggota Polisi di Rote Ndao Dikeroyok Sampai Jatuh dalam Got Air

"Saat dipukuli, korban Aipda Herman Weflaar sempat mengeluarkan kata "saya Polisi" sehingga para pelaku menghentikan penganiayaan

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO
Ilustrasi Polisi 

Sehingga banyak orang yang tidak dikenal pun menghampiri korban dan menendang serta memukul korban. 

Korban pun terjatuh dan selanjutnya korban kembali ditendang dan dipukuli.

"Saat dipukuli, korban Aipda Herman Weflaar sempat mengeluarkan kata "saya Polisi" sehingga para pelaku menghentikan penganiayaan," terang Anam.

Kemudian korban meninggalkan tempat kejadian dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT RES Rote Ndao untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Diterangkan Anam, usai dikeroyok, Aipda Herman Weflaar dibawa oleh anggota Polsek Lobalain dan mendapat penanganan medis di RSUD Ba'a atas keluhan sakit yang dialami serta telah membuat Visum Et Repertum (VER).

Sementara, Kasus Tindak Pidana Penganiayaan secara bersama-sama (pengeroyokan) terhadap Aipda Herman Weflaar masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, diduga kejadian tersebut dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras) di tempat pesta dan penganiayaan terhadap korban oleh para pelaku diduga akibat terprovokasi teriakan dari anggota TNI AD Prada AF. 

- Sudah Damai 

Insiden dugaan pengeroyokan terhadap Aipda Herman Weflaar yang melibatkan Prada AF di Kesatuan Yon Zipur 18, Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Inf Bayu Panji Bangsawan mengatakan semua sama-sama mengonsumsi miras dan mereka telah berdamai.

"Hasil Berita Acara Pemeriksaan ada versi masing-masing. Sehingga saya tidak membela kedua-duanya karena sama-sama mabuk. Sebab itu telah diselesaikan secara damai dan baik-baik," kata Dandim Bayu kepada POS-KUPANG.COM pada Sabtu, 11 Maret 2023 siang.

Baca juga: Wujud TNI Cinta Rakyat, Dandim 1627/Rote Ndao Tinjau Progres Pembangunan 3 RTLH

Ia melanjutkan, antara Aipda Herman dan Prada AF sudah mengakui kalau sama-sama mabuk dan telah saling memaafkan.

Menurut Dandim Bayu Panji, saat ini dirinya sementara berada di Magelang. Tetapi saat itu, dirinya dilaporkan oleh anggota Unit Intel mengenai kejadian tersebut.

Sehingga, masih kata Dandim Bayu, dirinya meminta Berita Acara Hasil Pemeriksaan terhadap Prada AF dalam kasus tersebut. Di mana menurut versi Prada AF, dirinya menyalahkan Aipda Herman.

Baca juga: Lanal Pulau Rote Bersinergi dengan Polres Rote Ndao Amankan Operasi Turangga 2023

Dandim Bayu menyebut, sesuai informasi yang dia peroleh bahwa Prada AF sudah menghadap di Polres Rote Ndao, sehingga mereka berdua sudah berdamai.

"Kalau sama-sama mabuk itu sama bodohnya, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Tadi Prada AF sudah ke Polres dan mereka sudah berdamai," ujar Dandim Bayu singkat.

Untuk diketahui, kejadian tersebut terjadi di tempat pesta Ulang Tahun di Desa Persiapan Nitaso, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Jumat 10 Oktober 2023, pukul 03.00 Wita. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved