Berita Rote Ndao

Niat Ambil Motor, Anggota Polisi di Rote Ndao Dikeroyok Sampai Jatuh dalam Got Air

"Saat dipukuli, korban Aipda Herman Weflaar sempat mengeluarkan kata "saya Polisi" sehingga para pelaku menghentikan penganiayaan

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO
Ilustrasi Polisi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Musibah memilukan menimpa Kepala Sub Unit (Kasubnit) Dalmas Satuan Samapta Polres Rote Ndao, Aipda Alexander Herman Weflaar, SH.

Pasalnya, Aipda Herman Weflaar yang saat itu berniat mengambil sepeda motor milik kenalannya, dikeroyok sejumlah oknum hingga jatuh ke dalam saluran air / got. 

Diketahui, salah satu pelakunya adalah oknum anggota TNI AD yakni Prada AF alias Arjun yang bertugas di Kesatuan Yon Zipur 18.

Baca juga: Populasi Kuda di Rote Ndao 2 Tahun Terakhir Capai 7.802 Ekor

Kejadian pengeroyokan itu terjadi pada Jumat, 10 Maret 2023, sekitar pukul 03.00 Wita, di jalan Raya Tondao, Desa Persiapan Nitaso, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.

Kasus Tindak Pidana Penganiayaan secara bersama-sama (pengeroyokan) termuat dalam Laporan Polisi : LP / B / 18 / III / 2023 / SPKT  / RES ROTE NDAO / POLDA NTT, tanggal 10 Maret 2023.

Kepada POS-KUPANG.COM, Jumat, 10 Maret 2023, Kasi Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo menerangkan kronologis kejadian tersebut.

"Awal mulanya, korban Aipda Herman Weflaar didatangi di mes Puskesmas Ba'a oleh kenalan dari Oehandi Kecamatan Rote Barat Daya, yang memberitahukan bahwa yang bersangkutan datang mengikuti acara ulang tahun di Jln Tondao, Desa Persiapan Nitaso, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao," ujar Anam.

Namun, terjadi keributan sehingga yang bersangkutan lari meninggalkan tempat pesta dan juga meninggalkan sepeda motor miliknya.

Baca juga: Bupati Paulina Letakkan Batu Pertama Pembangunan Posyandu Mama Nona di Desa Daudolu Rote Ndao

Anam melanjutkan, setelah mendapat informasi tersebut, maka Aipda Herman Weflaar lalu mengendarai sepeda motor bersama seorang saudaranya mendatangi tempat pesta dengan tujuan mengambil sepeda motor milik kenalannya.

Setibanya di tempat pesta, jelas Anam, tepatnya di jalan raya sekitar tempat pesta, Aipda Herman Weflaar lalu mencari sepeda motor yang ditinggalkan, yakni satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, namun tidak menemukannya. 

Dimana saat itu situasi di tempat kejadian, terdapat banyak pemuda yang juga mengikuti acara pesta tersebut.

Kasi Humas Polres Rote Ndao kembali menerangkan, saat hendak menuju sepeda motor yang dikendarai untuk kembali pulang, sekitar pukul 03.00 Wita, Jumat, 10 Maret 2023, tiba-tiba korban ditendang dari arah belakang oleh seseorang yang tidak dikenal sehingga korban jatuh di dalam saluran air /got.

"Dan kemudian ada suara yang diketahui berasal dari seorang oknum anggota TNI AD, Prada AF alias Arjun yang bertugas di Kesatuan Yon Zipur 18, berteriak "bunuh dia"," kata Anam.

Lalu, Prada AF menghampiri korban dan menendang serta memukul korban, namun korban menghindar.

Baca juga: Pemkab Rote Ndao Terima Dokumen Naskah Akademik Program ATSEA-2 dari UNDP

Sehingga banyak orang yang tidak dikenal pun menghampiri korban dan menendang serta memukul korban. 

Korban pun terjatuh dan selanjutnya korban kembali ditendang dan dipukuli.

"Saat dipukuli, korban Aipda Herman Weflaar sempat mengeluarkan kata "saya Polisi" sehingga para pelaku menghentikan penganiayaan," terang Anam.

Kemudian korban meninggalkan tempat kejadian dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT RES Rote Ndao untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Diterangkan Anam, usai dikeroyok, Aipda Herman Weflaar dibawa oleh anggota Polsek Lobalain dan mendapat penanganan medis di RSUD Ba'a atas keluhan sakit yang dialami serta telah membuat Visum Et Repertum (VER).

Sementara, Kasus Tindak Pidana Penganiayaan secara bersama-sama (pengeroyokan) terhadap Aipda Herman Weflaar masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, diduga kejadian tersebut dipicu oleh konsumsi minuman keras (miras) di tempat pesta dan penganiayaan terhadap korban oleh para pelaku diduga akibat terprovokasi teriakan dari anggota TNI AD Prada AF. 

- Sudah Damai 

Insiden dugaan pengeroyokan terhadap Aipda Herman Weflaar yang melibatkan Prada AF di Kesatuan Yon Zipur 18, Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Inf Bayu Panji Bangsawan mengatakan semua sama-sama mengonsumsi miras dan mereka telah berdamai.

"Hasil Berita Acara Pemeriksaan ada versi masing-masing. Sehingga saya tidak membela kedua-duanya karena sama-sama mabuk. Sebab itu telah diselesaikan secara damai dan baik-baik," kata Dandim Bayu kepada POS-KUPANG.COM pada Sabtu, 11 Maret 2023 siang.

Baca juga: Wujud TNI Cinta Rakyat, Dandim 1627/Rote Ndao Tinjau Progres Pembangunan 3 RTLH

Ia melanjutkan, antara Aipda Herman dan Prada AF sudah mengakui kalau sama-sama mabuk dan telah saling memaafkan.

Menurut Dandim Bayu Panji, saat ini dirinya sementara berada di Magelang. Tetapi saat itu, dirinya dilaporkan oleh anggota Unit Intel mengenai kejadian tersebut.

Sehingga, masih kata Dandim Bayu, dirinya meminta Berita Acara Hasil Pemeriksaan terhadap Prada AF dalam kasus tersebut. Di mana menurut versi Prada AF, dirinya menyalahkan Aipda Herman.

Baca juga: Lanal Pulau Rote Bersinergi dengan Polres Rote Ndao Amankan Operasi Turangga 2023

Dandim Bayu menyebut, sesuai informasi yang dia peroleh bahwa Prada AF sudah menghadap di Polres Rote Ndao, sehingga mereka berdua sudah berdamai.

"Kalau sama-sama mabuk itu sama bodohnya, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Tadi Prada AF sudah ke Polres dan mereka sudah berdamai," ujar Dandim Bayu singkat.

Untuk diketahui, kejadian tersebut terjadi di tempat pesta Ulang Tahun di Desa Persiapan Nitaso, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Jumat 10 Oktober 2023, pukul 03.00 Wita. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved