Berita Ende

Belasan Rumah Warga Ende Rusak Diterjang Angin Kencang

kami sudah berkoordinasi dengan PUPR karena itu kewenangan mereka. Karena sawah yang terendam banjir itu di hamparan sawah Mautenda 4

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
RUMAH - Anggota TNI bersama masyarakat setempat saat melakukan penanganan darurat terhadap rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Belasan rumah di Kabupaten Ende dilaporkan rusak berat akibat diterjang angin kencang yang disertai hujan lebat beberapa waktu lalu.

Selain belasan rumah, satu sekolah dan areal persawahan juga terendam banjir. Hingga kini, pemerintah daerah Kabupaten Ende telah turun meninjau lokasi tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Maria Yasinta Sare mengatakan, setelah melakukan pendataan di lapangan pihaknya telah menginput ke pusat pengendalian operasi (pusdalops).

Baca juga: Pemda Ende Akan Segera Lunasi Tagihan Iuran BPJS Kesehatan PBPU Senilai Rp 13,9 Miliar

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima dan pendataan lapangan yang dilakukan petugas BPBD bencana alam tersebut terjadi pada dua titik wilayah Utara Kabupaten Ende.

Titik pertama di Desa Woloau, Kecamatan Wewaria dimana di desa tersebut pemukiman warga dan areal persawahan terendam banjir. Sebanyak sebelas rumah dan satu sekolah serta belasan hektar lahan milik warga terendam bencana.

“Untuk di Desa Woloau, kami sudah berkoordinasi dengan PUPR karena itu kewenangan mereka. Karena sawah yang terendam banjir itu di hamparan sawah Mautenda 4," ungkapnya.

Sementara itu, tambah Yasinta, titik kedua terjadi di Desa Maurole dimana di desa tersebut empat rumah warga dan satu tempat usaha rusak berat akibat diterjang angin kencang.

"Kami sudah berkordinasi dengan pihak Kodim 1602 Ende untuk turun ke lokasi melihat kondisi lapangan dan melakukan penanganan dalam bentuk tanggap darurat," ujarnya.

Baca juga: Gadis 17 Tahun di Ende Disetubuhi Dalam Mobil oleh Pria Berstatus Residivis 

Ia mengungkapkan, berdasarkan ramalan cuaca BMKG, wilayah NTT akan dilanda cuaca ekstrem. Hal itu karena sekarang ini bibit siklom tropis sedang bergerak dari Australia.

"Dampaknya cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terjadi dari tanggal 6- 12 Februari. Untuk itu seluruh warga di Kabupaten Ende agar tetap waspada kondisi ini," ungkapnya. (tom)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved