KKB Papua

Aksi Brutal KKB Papua, Tembak Pemilik Bengkel di Distrik Sugapa Intan Jaya

Aksi brutal KKB Papua kembali terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Senin 30 Januari 2023.

Editor: Alfons Nedabang
TANGKAPAN LAYAR
Anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. KKB Papua pimpinan Eudius Kogoya menyerang pemilik bengkel di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin 30 Januari 2023. 

Dalam seruannya, Brigjen JO Sembiring mengatakan akan mengejar anggota KKB tersebut dan menangkapnya dalam keadaan hidup maupun mati.

Baca juga: KKB Papua - Nelson Ondi Geram, Tindakan KKB Papua Bikin Susah Warga: Mestinya Pemda Bertindak tegas

Untuk itu, katanya, para pelaku separatis hendaknya segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas, terarah dan terukur.

"Lebih baik menyerah sebelum kami melakukan penegakan hukum dengan tindakan yang tegas, terarah, dan terukur," tandas Danrem 172/PWY melalui keterangan tertulisnya, Jumat 13 Januari 2023.

Pria yang akrab disapa Jo itu juga meminta bantuan tokoh adat, agama, dan masyarakat agar menyampaikan pesan agar Kodap XXXV/Bintang Timur pimpinan Ananias Ati Mimin segera menyerahkan diri.

"Kita perlu bantuan para tokoh adat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk meminta agar saudara-saudara kita dapat menghentikan aksi teror yang mereka lakukan dan segera menyerahkan diri," pesannya. 

Jo menegaskan, TNI dan Polri telah berkomitmen mendukung program pembangunan pemerintah hingga di wilayah terpencil.

Oleh karena itu, katanya, aksi KKB Papua yang merusak bangunan dan mengancam masyarakat tersebut agar dihentikan sekarang juga.

"Perintah pimpinan kepada kami sudah jelas, kejar dan tangkap. Ini dilakukan dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif di Pegunungan Bintang," katanya.

Jenderal bintang satu itu menyebut, penegak hukum tak bisa membiarkan aksi KKB Papua terus berulang. Gangguan keamanan, kata dia, bisa berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

"Hal ini akan berdampak pada terganggunya kegiatan masyarakat baik dalam hal pendidikan, kesehatan dan ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak."

"Langkah ini dilakukan sebagai bentuk Negara hadir sampai ke pelosok-pelosok terpencil," tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved